Kompas.com - 08/09/2021, 06:00 WIB

Ketika jam tangan kuarsa diproduksi secara massal dengan harga yang lebih murah, banyak pembuat jam tangan mekanis saat itu yang kebakaran jenggot.

Produsen jam tangan mekanis tetap bertahan dengan teknologi mekanis yang tradisional, tidak mau merangkul teknologi kuarsa yang lebih ekonomis.

Namun, tidak semua watchmaker yang kerap merilis jam tangan mekanis menolak mentah-mentah teknologi kuarsa.

Mesin kuarsa masih dipakai di beberapa model jam tangan yang diciptakan Omega, Grand Seiko, Breitling, Piaget, dan Longines.

Baca juga: Menunjukkan Fase Bulan, Ini Keistimewaan Jam Tangan Moonphase

Bahkan pembuat jam independen semacam Francois-Paul Journe tidak terpaku untuk mendesain jam tangan dengan mesin mekanis.

Teknologi kuarsa menawarkan beberapa keuntungan. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, arloji kuarsa tidak memerlukan banyak komponen.

Dengan keunggulan itu, membuat rata-rata jam tangan kuarsa memiliki desain yang ramping.

Lalu, teknologi kuarsa juga menawarkan keakuratan waktu. Baterai jam tangan kuarsa akan mengalirkan arus ke sirkuit agar kristal kuarsa dapat bergetar sebanyak 32.768 kali per detik.

Sirkuit tersebut mengonversikan 32.768 getaran menjadi hitungan satu detik.

Inilah yang membuat jam tangan bermesin kuarsa lebih canggih dalam hal teknologi. Desain jam tangan kuarsa juga cenderung lebih modern.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.