Kompas.com - 08/09/2021, 11:36 WIB

KOMPAS.com - Berlibur atau traveling kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup keluarga kelas menengah di Indonesia. Selain menambah ikatan orangtua dan anak, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan anak saat traveling.

Mengajak anak traveling, terutama yang masih kecil,  dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mereka untuk berkembang.

Selain membawa pulang kenangan yang indah dan menyenangkan, traveling bersama keluarga ternyata juga bisa memberikan banyak pelajaran pada anak-anak.

Lantas apa saja pelajarannya? Nah, para travel influencer pun membagikan beberapa hal yang bisa dipelajari oleh anak-anak saat traveling, seperti yang dilansir dari laman Insider berikut ini.

Baca juga: 7 Hotel di Malang yang Pas untuk Liburan Keluarga

1. Membuat pikiran anak-anak lebih terbuka

Menurut seorang ibu dari dua anak dan pendiri situs The Barefoot Nomad, Micki Kosman, traveling bisa mengajarkan anak-anak untuk memiliki pemikiran yang lebih terbuka.

Mereka juga dapat belajar untuk lebih menghargai hidup karena tempat-tempat yang mereka kunjungi dan proses perjalanan yang membantu mereka melihat masalah dalam sebuah perspektif.

"Anak-anak akan memahami bahwa banyak masalah yang mereka dan teman-teman mereka hadapi tidak seberapa dibandingkan dengan penderitaan banyak anak di seluruh dunia," katanya.

2. Bertanggung jawab dan mandiri

"Anak-anak saya tidak dapat mengeluh bahwa kaki mereka sakit ketika kami berlari untuk mengejar penerbangan lanjutan atau naik kereta pada menit terakhir," kata Colleen Lanin, ibu dari dua anak, yang merupakan pendiri situs Travel Mamas.

Baca juga: Simak Tips Liburan Keluarga Nan Edukatif ala “The Baldys”

Lanin menambahkan bahwa anak-anaknya telah mengetahui bahwa jika mereka tidak bisa bertanggung jawab atau mandiri maka seluruh keluarga akan ketinggalan penerbangan atau tamasya.

"Semakin banyak tanggung jawab yang saya berikan kepada anak-anak, semakin mereka akan menindaklanjuti dan semakin dewasa mereka berperilaku," terangnya.

ilustrasi liburan keluargaShutterstock ilustrasi liburan keluarga

3. Belajar untuk fleksibel

Perubahan jadwal traveling bisa saja terjadi secara mendadak karena banyak faktor. Misalnya ada anggota keluarga yang sakit atau cuaca buruk.

Oleh sebab itu, anak-anak bisa belajar untuk lebih fleksibel saat sedang bepergian dalam kondisi apa pun.

Catherine Parker, ibu dari tiga anak dan pendiri Carful of Kids, mengatakan kepada Insider bahwa kemampuan beradaptasi dapat dipelajari anak-anak melalui traveling.

Baca juga: Sudah Vaksin Covid-19, Bolehkah Traveling?

Sehingga, mereka lebih siap menghadapi lika-liku kehidupan dan hal ini menjadi sesuatu yang sangat berguna, terutama selama masa pandemi.

"Setiap kali ada sesuatu yang berubah, kami bisa mengikutinya dan membicarakannya," ujar dia.

4. Tidak egois

Ibu dari tiga anak sekaligus pendiri situs TravelingMom, Kim Orlando mengatakan bahwa anak-anaknya telah belajar nilai pelayanan dan tidak egois di banyak liburan bersama. 

5. Keluar dari zona nyaman

"Keluar dari zona nyaman adalah salah satu bagian terbaik dari traveling untuk keluarga saya," kata Jessica Gee, ibu tiga anak dari The Bucket List Family.

Dia mengatakan bahwa traveling memaksa orang untuk menghadapi situasi dan peluang yang mungkin tidak sering mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak juga bisa memperluas zona nyaman mereka dengan mencoba sesuatu yang baru dan banyak berkembang melalui traveling.

Baca juga: Biar Aktivitas Traveling Enggak Monoton, Coba 4 Kegiatan Sport Ini

6. Memperkuat ikatan keluarga

"Ketika satu keluarga bepergian bersama, ikatannya akan menjadi semakin kuat," kata Kosman.

Menurut dia, traveling membuat ikatan keluarga yang kuat untuk bertahan dari penundaan jadwal yang lama dan sesekali harus menginap di tempat yang agak sempit.

7. Bisa mengatur keuangan

Bepergian tidak harus menghabiskan banyak biaya, tetapi sering kali juga tidak murah.

Untuk itu, melibatkan anak-anak dalam perencanaan, termasuk mendiskusikan biaya liburan dan aktivitas tertentu, membantu mereka menghargai pengorbanan yang dilakukan untuk mewujudkan perjalanan.

Di samping itu juga mengajari mereka cara memprioritaskan aktivitas yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan.

"Sebelum bepergian, kami selalu duduk bersama anak-anak dan berbicara tentang tempat-tempat yang ingin dikunjungi, serta anggaran kasar di sepanjang jalan," terang Kosman.

Baca juga: Merasakan Gejala Covid-19 Saat Berlibur, Apa yang Harus Dilakukan?

8. Tidak ketergantungan gadget

Gee mengungkapkan bahwa saat traveling, keluarganya jarang mengaktifkan ponsel dan tablet.

"Terkadang kita hanya perlu menyingkirkan teknologi dan berhenti menggunakannya sebagai penopang," tuturnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.