Kompas.com - 08/09/2021, 16:31 WIB
Penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) memasuki Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021). PT KAI Commuter melakukan tes acak kepada penumpang KRL dari tanggal 21-27 Juni 2021 guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang KRL (Kereta Rel Listrik) memasuki Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021). PT KAI Commuter melakukan tes acak kepada penumpang KRL dari tanggal 21-27 Juni 2021 guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 diperkirakan akan tetap ada dalam jangka panjang. Karena itu masyarakat diharapkan bersiap untuk hidup berdampingan dengn Covid-19 dengan cara tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mendapat vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan agar negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, mempersiapkan diri mengambil langkah-langkah untuk beradaptasi.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, pemerintah Indonesia sedang menyiapkan langkah tatanan kehidupan baru.

“Tampaknya virus corona akan hidup cukup lama bersama dengan kita, bisa tahunan. Strateginya adalah bagaimana menjalani hidup normal dengan mematuhi protokol kesehatan sembari menjalankan aktivitas perekonomian dengan aman,” ujar Maxi Rein dalam Dialog virtual Semangat Selasa Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Selasa (7/9/21).

Kasus Covid-19 berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes. Namun diakui mengubah perilaku masyarakat tidaklah mudah sehingga harus selalu diingatkan agar kasusnya yang menurun tidak naik lagi.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan percepatan vaksinasi ke seluruh daerah.

Baca juga: Wapres Sebut Percepatan Vaksinasi Covid-19 Penting untuk Ubah Pandemi Jadi Endemi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Program vaksinasi on the track. Percepatan vaksinasi berjalan seiring dengan ketersediaan vaksin. Mulai Agustus, stok vaksin di Indonesia mulai banyak sehingga bisa dilakukan vaksinasi 1,5 juta - 2 juta vaksinasi per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Prof.dr.Soedjatmiko SpA (K) mengingatkan agar masyarakat tidak melonggarkan prokes walau sudah divaksin. Menurutnya, perlindungan utama adalah mencegah agar virus jangan sampai masuk ke tubuh.

“Agar tidak sakit, virusnya tidak bisa bermutasi, maka harus taat prokes. Kalau virus masuk ke dalam tubuh, maka bisa bermutasi dan berubah sifat, misalnya lebih cepat menular dan tidak mempan vaksin,” ujarnya dalam acara yang sama.

Ia mengatakan, masker harus dipakai secara benar, menutupi hidung dan mulut.

Hal senada disampaikan oleh dr.Nadia Alaydrus yang mengingatkan agar kita menghindari dulu kerumunan walau kasus penularan Covid-19 mulai turun.

Baca juga: Breakthrough Infection, Saat Tertular Covid-19 Setelah Vaksinasi

“Jangan sampai acara kumpul-kumpul jadi sarana penularan. Nanti ada waktunya kok. Sabar-sabar dulu. Kalau mau makan di tempat umum boleh tapi harus patuh prokes. Pilih makan di outdoor, saling jaga jarak, jangan berkerumun,” ujarnya.

Maxi Rein menekankan, hidup berdampingan dengan COVID-19 berarti masyarakat harus siap dan bersedia menerapkan prokes, bersedia dilakukan tracing dan testing, serta vaksinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.