Kompas.com - 09/09/2021, 15:49 WIB
Asma menyebabkan saluran pernapasan meradang dan menyempit sehingga penderitanya sulit bernapas. FREEPIKAsma menyebabkan saluran pernapasan meradang dan menyempit sehingga penderitanya sulit bernapas.

KOMPAS.com - Asma adalah gangguan paru-paru kronis yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada paru-paru.

Menurut WebMD, asma menyebabkan saluran pernapasan meradang dan menyempit sehingga penderitanya sulit bernapas.

Asma parah bahkan bisa menyebabkan kesulitan berbicara atau bergerak aktif.

Menurut Healthline, asma yang muncul sejak masa kanan-kanak umum terjadi. Namun, kita bisa mengembangkannya kapan saja selama hidup.

Bahkan, tidak sedikit orang berusia di atas 50 tahun didiagnosis dengan gangguan paru-paru ini.

Baca juga: Pentingnya Kendalikan Penyakit Asma di Masa Pandemi

Apa gejala asma?

Penderita asma akan merasakan gejala ketika saluran pernapasan mengencang, meradang, atau terisi lendir.SHUTTERSTOCK/AQUARIUS STUDIO Penderita asma akan merasakan gejala ketika saluran pernapasan mengencang, meradang, atau terisi lendir.
Penderita asma akan merasakan gejala ketika saluran pernapasan mengencang, meradang, atau terisi lendir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiga gejala asma yang utama adalah:

  • Penyumbatan jalan napas

Ketika bernapas seperti biasa, pita otot di sekitar saluran napas akan rileks dan udara bergerak bebas. Namun, pada penderita asma, otot-otot tersebut menegang dan udara sulit melaluinya.

  • Peradangan

Asma menyebabkan saluran bronkial di paru-paru memerah dan bengkak. Peradangan ini dapat merusak paru-paru.

Mengobati kondisi ini adalah kunci untuk mengelola asma dalam jangka panjang.

  • Gangguan saluran napas

Penderita asma memiliki saluran udara sensitif yang cenderung bereaksi berlebihan dan menyempit ketika mereka berkontak dengan faktor pemicu ringan sekalipun.

Masalah-masalah tersebut dapat menyebabkan gejala asma seperti:

  • Batuk, terutama di malam atau pagi hari.
  • Mengi, suara seperti siulan ketika bernapas.
  • Sesak napas.
  • Nyeri atau tekanan di dada.
  • Sulit tidur karena masalah pernapasan.

Gejala asma tidak selalu sama pada setiap penderita.

Penderita satu mungkin hanya mengalami beberapa gejala, sementara penderita lainnya mengalami semua gejala.

Gejala asma juga bisa bervariasi pada satu serangan asma ke serangan asma berikutnya, serta bisa ringan atau bisa parah.

Beberapa penderita bahkan bisa saja tidak mengalami gejala asma apapun, sementara penderita lainnya mengalami masalah setiap hari.

Serangan asma ringan lebih umum dan sering terjadi. Biasanya, saluran pernapasan terbuka beberapa menit hingga beberapa jam.

Sementara serangan asma parah jarang terjadi, namun ketika terjadi mungkin akan lebih lama dan memerlukan bantuan medis segera.

Penting untuk mengenali dan mengobati bahkan gejala asma ringan sekalipun untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.

Baca juga: Mengapa Gejala Asma Memburuk di Malam Hari?

Apa penyebab penyakit asma?

Asma cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin diturunkan, tetapi faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab asma.SHUTTERSTOCK/TY LIM Asma cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin diturunkan, tetapi faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab asma.
Menurut Lung, tidak ada yang tahu persis apa penyebab asma.

Asma cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin diturunkan, tetapi faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab asma.

Para ilmuwan terus mengeksplorasi apa penyebab penyakit asma, namun kita tahu bahwa faktor-faktor berikut memainkan peran penting dalam pengembangan asma:

1. Genetika

Asma cenderung menurun dalam keluarga. Jika ibu atau ayah kita menderita asma, maka kemungkinan besar kita juga akan menderita asma.

2. Alergi

Beberapa orang lebih mungkin mengembangkan alergi daripada yang lain, terutama jika salah satu orangtua mereka memiliki alergi.

Kondisi alergi tertentu bisa menjadi penyebab asma.

3. Infeksi Pernafasan

Saat paru-paru berkembang pada masa bayi dan anak usia dini, infeksi pernapasan tertentu dapat menyebabkan peradangan dan merusak jaringan paru-paru.

Kerusakan yang terjadi pada masa bayi atau anak usia dini dapat berdampak pada fungsi paru-paru dalam jangka panjang.

4. Lingkungan

Kontak dengan alergen, iritasi tertentu, atau paparan infeksi virus saaat bayi atau pada anak usia dini dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya matang juga dapat menjadi penyebab asma.

Paparan bahan kimia dan debu tertentu di tempat kerja juga berperan penting dalam pengembangan asma pada orang dewasa.

Baca juga: 3 Posisi Tidur yang Direkomendasikan bagi Penderita Asma

Pemicu asma

Pilek dan flu adalah salah satu pemicu penyakit asma.Shutterstock Pilek dan flu adalah salah satu pemicu penyakit asma.
Ketika seseorang menderita asma, saluran pernapasan akan bereaksi terhadap pemicu di sekitar.

Pemicu asma mungkin bisa menimbulkan gejala asma atau memperburuknya.

Beberapa pemicu asma yang umum dialami antara lain:

  • Infeksi, seperti sinusitis, pilek, dan flu.
  • Alergen, seperti serbuk sari, jamur, bulu hewan peliharaan, dan debu.
  • Iritan, seperti bau yang kuat dari parfum atau larutan pembersih.
  • Polusi udara.
  • Asap rokok.
  • Olahraga.
  • Udara dingin atau perubahan cuaca, seperti suhu atau kelembapan udara.
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
  • Emosi yang kuat, seperti kecemasan, tawa, kesedihan, atau stres.
  • Obat-obatan seperti aspirin.
  • Pengawet makanan yang disebut sulfit, ditemukan dalam makanan seperti udang, acar, bir dan anggur, buah-buahan kering, hingga jus lemon.

Baca juga: 7 Cara Sederhana Mencegah Asma Kambuh

Komplikasi asma

Komplikasi asma meliputi:

  • Gejala yang mengganggu tidur, pekerjaan dan aktivitas lainnya.
  • Sering absen dari pekerjaan atau sekolah karena asma kambuh.
  • Penyempitan permanen pada saluran yang membawa udara ke dan dari paru-paru (tabung bronkial), yang memengaruhi kelancaran pernapasan.
  • Kunjungan ruang gawat darurat dan rawat inap akibat serangan asma parah.
  • Efek samping dari penggunaan jangka panjang dari beberapa obat yang digunakan untuk menstabilkan asma parah.

Perawatan yang tepat dapat berperan besar dalam mencegah komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang disebabkan oleh asma.

Baca juga: Pengidap Asma Terinfeksi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.