Kompas.com - 09/09/2021, 16:27 WIB
Pada waktu makan siang, usahakan mengganti nasi dengan sayuran yang disarankan DEBM, misalnya buncis, wortel dan sayuran hijau. UNSPLASH/LOUIS HANSELPada waktu makan siang, usahakan mengganti nasi dengan sayuran yang disarankan DEBM, misalnya buncis, wortel dan sayuran hijau.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Tak sedikit penderita asam urat yang mengkambinghitamkan sayuran hijau atau kacang-kacangan sebagai pemicu serangan asam urat. Padahal, dua makanan ini nyatanya bukan pemicu utama asam urat.

“Sebenarnya nggak apa lho kalau yang asam urat makan sayuran hijau atau kacang-kacangan. Justru yang lebih sering bikin asam urat itu jeroan,” ujar Clinical Nutrition Physician dr. Marya Haryono di webinar Fibe Mini Media Launch yang digelar oleh PT Amerta Indah Otsuka pada Kamis (9/9/2021).

Menurut Marya, beberapa sayuran hijau memang mengandung purin, zat yang menjadi pemicu serangan asam urat jika kadarnya terlalu tinggi. Hanya saja, kadarnya tergolong rendah dan relatif aman dikonsumsi penderita asam urat.

Lalu selain jeroan, kandungan purin yang tinggi juga ada pada daging merah seperti daging sapi, kambing, dan domba, lalu ikan seperti tuna dan sarden serta makanan laut.

Minuman tinggi seperti minuman bersoda pun memiliki kadar purin yang lebih tinggi dibandingkan sayuran hijau.

Namun, bagi mereka yang masih merasa takut mengonsumsi sayuran hijau, Marya mengatakan bahwa bisa mengonsumsi sayuran tidak hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Solusinya, bisa mengonsumsi sayuran tidak hijau, bisa divariasikan. Jadi, tidak kekurangan konsumsi serat dari sayuran,” kata Marya.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Pantangan Penderita Asam Urat

Marya pun mengungkapkan bahwa kurangnya konsumsi serat bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari yang “ringan” seperti sembelit hingga penyakit berat seperti kanker usus besar, diabetes, dan penyakit jantung.

Penyakit yang ditimbulkan akibat kurangnya serat itu tidak terlepas dari manfaat serat bagi tubuh manusia.

Manfaat itu adalah membantu proses pencernaan, membantu mengendalikan kadar gula darah, memberikan rasa kenyang, serta membantu mengendalikan kadar kolesterol sehingga secara tidak langsung menjaga fungsi jantung yang sehat.

Lalu, serat yang cukup juga akan membantu kerja bakteri baik. Jika dikonsumsi rutin sebagai bagian dari asupan nutrisi sehari-hari, maka serat juga membantu mengurangi risiko kanker usus besar.

“Namun sayangnya, konsumsi serat sebagian orang belum terpenuhi sesuai yang dianjurkan,” ujar Marya sambil menjelaskan bahwa 95 persen masyarakat Indonesia masih kekurangan asupan serat.

Untuk itu, Marya mengungkapkan selain harus mengingkatkan konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran, akan lebih baik jika mengonsumsi suplemen atau minuman berserat tinggi setiap hari agar asupan serat yang dibutuhkan terpenuhi.

 Baca juga: 6 Cara Alami untuk Menekan Kadar Asam Urat, Sudah Tahu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.