Kompas.com - 11/09/2021, 10:13 WIB

Cara mengobati sakit kepala kronis

Tindakan pencegahan menjadi penting untuk mencegah sakit kepala berlangsung berkepanjangan.

Menurut Soni, pengobatan dapat dilakukan bahkan di hari-hari ketika sakit kepala tidak muncul. Tujuannya adalah untuk mengurangi frekuensi sakit kepala yang dialami.

Namun, jika mengonsumsi obat sakit kepala bebas selama dua hari tidak membantu meredakan sakit kepala, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Perubahan gaya hidup juga mungkin perlu dilakukan bersama dengan pengobatan.

Apa yang harus diubah? Pertama, ketahui dulu apa pemicu sakit kepala yang dirasakan. Beberapa pemicu umum seperti alkohol, pola makan, dan stres. Jika sudah tahu penyebabnya, cobalah menghindarinya.

Perubahan pola hidup juga bisa membantu mengatasi sakit kepala, misalnya perubahan pola makan. Termasuk menghindari terlalu banyak konsumsi makanan olahan dan minum banyak air putih.

Olahraga juga bisa membantu meredakan sakit kepala. Namun, olahraga tentunya sulit dilakukan ketika sakit kepala sedang parah dan terasa begitu mengganggu.

Meski begitu, kita tetap bisa berupaya tetap bergerak, misalnya dengan melakukan peregangan atau yoga.

Baca juga: Ketahui, Ini 9 Penyebab Sakit Kepala Saat Bangun Pagi

Sering pusing, kapan harus ke dokter?

Segeralah mencari bantuan medis jika mengalami sakit kepala parah dan gejala sakit kepala yang tidak biasa karena bisa jadi merupakan tanda kondisi kesehatan tertentu.SHUTTERSTOCK Segeralah mencari bantuan medis jika mengalami sakit kepala parah dan gejala sakit kepala yang tidak biasa karena bisa jadi merupakan tanda kondisi kesehatan tertentu.
Menurut Healthline, segeralah mencari bantuan medis jika mengalami sakit kepala parah dan gejala sakit kepala yang tidak biasa. Sebab, bisa jadi itu merupakan tanda kondisi kesehatan tertentu.

Secara umum, sakit kepala perlu diwaspadai dan perlu dikonsultasikan ke dokter jika:

  • Terjadi tiba-tiba dan sangat intens.
  • Parah dan terasa begitu tajam padahal sakit kepala baru muncul pertama kali.
  • Disertai leher kaku dan demam.
  • Demam yang menyertai lebih tinggi dari 38-40 derajat Celcius.
  • Disertai mual dan muntah.
  • Mimisan.
  • Pingsan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Terasa adanya tekanan di belakang kepala.
  • Rasa sakit yang muncul sampai membangunkan kita dari tidur.
  • Rasa sakit memburuk ketika berubah posisi.
  • Menyebabkan pandangan ganda atau aura (cahaya di sekitar objek) yang terjadi lebih dari satu jam.
  • Kebingungan atau kesulitan memahami kata-kata.
  • Lemah di salah satu sisi tubuh.
  • Menyebabkan kesulitan bicara.
  • Sulit berjalan.
  • Menyebabkan masalah pendengaran.
  • Sakit otot atau sendi.
  • Rasa sakit konstan di area kepala yang sama.
  • Kejang.
  • Keringat dingin di malam hari.
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, hingga
  • Bengkak pada area wajah.

Dokter akan membantu mencari tahu penyebab sakit kepala yang dialami dan meresepkan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

Baca juga: Cara Unik untuk Sembuhkan Sakit Kepala

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.