Kompas.com - 13/09/2021, 08:26 WIB

KOMPAS.com - Kebiasaan menatap layar perangkat elektronik (screen time) pada anak meningkat tajam selama masa pandemi.

Orangtua disibukkan dengan pekerjaan kantor, sementara anak harus mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara daring dalam waktu lama.

Setelah aktivitas sekolah daring selesai, anak pun kembali menatap layar untuk menikmati film kartun atau bermain game karena mereka tak bisa beraktivitas di luar rumah. 

Padahal, terlalu lama menatap layar berdampak negatif, bukan hanya pada kesehatan mata, tetapi juga bagi tumbuh kembang anak.

Pakar teknologi sekaligus profesor pediatri di Harvard Medical School Michael Rich menjelaskan, screen time akan memengaruhi kondisi otak seseorang.

"Bermain game online menyebabkan ketergantungan, sehingga sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah krisis yang nyata saat ini."

Baca juga: RSJ Jabar Tangani Ratusan Anak Kecanduan Gawai Akibat Pandemi Covid-19

Jika anak marah dan emosi ketika disuruh berhenti bermain gadget, artinya anak sudah mulai kecanduan menatap layar.

Sekolah tatap muka

Sebenarnya ketergantungan anak pada gawainya bisa dikurangi jika anak melakukan aktivitas secara nyata. Salah satunya dengan melakukan sekolah tatap muka. 

Di beberapa daerah, sekolah tatap muka memang sudah dilakukan secara terbatas, menyusul kasus Covid-19 yang menurun.

Momen ini bisa menjadi kesempatan orangtua untuk membatasi waktu anak bermain video game.

Ketika anak kembali pergi ke sekolah, anak akan berinteraksi dengan teman dan guru mereka.

Baca juga: Disdik DKI: Tak Ada Toleransi Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Sekolah Tatap Muka

Hanya saja butuh waktu untuk mengubah kebiasaan anak menatap layar, karena kebiasaan tersebut sudah terjadi dalam waktu relatif lama.

Psikoterapis Annette Nunez menganjurkan para orangtua untuk membatasi screen time anak dengan mengatur kapan anak boleh bermain, dan tidak mengizinkan anak menonton televisi berjam-jam di malam hari.

Sebelum menetapkan aturan, jelaskan kepada anak terlebih dahulu mengapa aturan itu dibuat.

Dengan demikian, anak menjadi lebih siap dan tidak marah ketika diminta untuk berhenti menatap layar.

Baca juga: Penting, Tips Pemakaian Gawai bagi Anak Selama Pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Moms


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.