Kompas.com - 14/09/2021, 16:26 WIB
Guru memberikan materi pelajaran kepada murid saat uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGuru memberikan materi pelajaran kepada murid saat uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

KOMPAS.com - Kekhawatiran para orangtua mulai meningkat seiring dengan kembalinya anak-anak ke sekolah tanpa perlindungan vaksin Covid-19.

Apalagi, saat ini baru remaja berusia 12 tahun ke atas saja yang sudah diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin, sedangkan anak-anak yang lebih kecil belum memenuhi syarat.

Proses uji coba vaksin pada anak-anak yang lebih kecil memang membutuhkan waktu yang lebih lama daripada vaksin untuk orang dewasa karena prosesnya memang lebih rumit untuk memastikan keamanannya.

Data uji coba vaksin Covid-19 untuk anak-anak sampai sekarang masih terus dikumpulkan.

Setelah perusahaan vaksin memiliki hasil uji coba, mereka harus menyerahkan informasi tersebut ke Food and Drug Administration (FDA) yang akan menilai keamanan dan efektivitas vaksin.

Baca juga: Jelang PTM Terbatas di Tangsel: Mayoritas Sekolah Belum Siap hingga Vaksinasi Anak Masih Rendah

Pengumpulan data

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan komisaris FDA yang sekarang duduk di dewan pembuat vaksin Covid-19 Pfizer, Scott Gottlieb mengatakan bahwa perusahaan kemungkinan dapat mengajukan data selama 5-11 tahun.

"Itu akan menempatkan kita pada kerangka waktu di mana vaksin dapat tersedia lebih awal, tergantung berapa lama FDA meninjaunya," terangnya.

Kendati demikian, tidak ada jadwal resmi setelah perusahaan mengajukan pengujian vaksin ke FDA. Tetapi, pertimbangan penggunaan darurat dapat memakan waktu hanya dalam beberapa minggu.

Sementara itu, direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Dr Rochelle Walensky berharap bahwa vaksin Pfizer dapat segera tersedia untuk anak-anak di tahun 2021 ini.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.