Kompas.com - 14/09/2021, 18:16 WIB
Ilustrasi kesepian LewisTsePuiLungIlustrasi kesepian
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Pernahkah kamu merasa terjebak, mudah bosan, dan serasa tidak memiliki motivasi sama sekali saat pandemi? Jika iya, mungkin kamu mengalami languishing.

Istilah languishing ini pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Corey Keyes sebagai antitesis dari flourishing (berkembang) dan kerap dideskripsikan sebagai perasaan gelisah, tidak tenang, atau kurangnya minat dalam hidup dan hal-hal yang biasanya membuat kita gembira.

Namun, tidak seperti gangguan kecemasan atau depresi, languishing lebih merujuk kepada rangkaian emosi, bukan penyakit mental.

Kendati demikian, mereka yang sempat menderita depresi atau gangguan akan lebih mudah mengalami languishing.

Lantas, apa saja ciri-ciri languishing, dan bagaimana menyikapinya? Simak paparan yang dilansir dari Very Well Mind, berikut ini.

Baca juga: Merasa Gelisah dan Depresi? Mungkin Anda Kurang Tidur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ciri-ciri languishing

Menurut penelitian Keyes, pada 2002 ada sekitar 12,1 persen orang dewasa yang memiliki ciri-ciri languishing.

Salah satu ciri languishing adalah merasa hampa, dan merasa tidak “ada,” dan sulit fokus, membuat tubuh merasa lebih lelah dari biasanya,

Beberapa orang mulai merasakannya setelah pandemi dan menganggap bahwa kelas daring sebagai penyebab utamanya.

Ada juga yang merasa bahwa kehidupan mereka saat new normal terus berubah, mulai dari merasa lelah, tak ada motivasi, hingga mendadak bersemangat saat memulai sesuatu yang baru, meski kembali tak bersemangat setelahnya.

Gangguan kesehatan mental sebelumnya dan languishing

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, riwayat menderita gangguan kesehatan mental dapat memperparah languishing saat masa pandemi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.