Kompas.com - 16/09/2021, 05:00 WIB
Lewat video di TikTok, seorang perawat Mae Rice sukses menyadarkan banyak orang untuk mau divaksin. Courtesy Mae Rice Lewat video di TikTok, seorang perawat Mae Rice sukses menyadarkan banyak orang untuk mau divaksin.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang menderita sakit yang parah bahkan hingga menemui ajal, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin.

Hal ini juga terjadi di ruang intensive care unit (ICU) di Rumah Sakit Georgia, Amerika Serikat.

Melalui unggahan videonya di aplikasi TikTok, seorang perawat di ICU tersebut, Mae Rice, memperlihatkan bunyi alarm yang tidak ada henti-hentinya, sebagai tanda vital telah mencapai batas kritis.

Baca juga: Jelang Meninggal karena Covid-19, Bintang TikTok Sebar Ajakan Divaksin

"Sebagian besar dari 30 pasien yang dirawat saat ini tidak akan bertahan dalam beberapa hari ke depan dan semuanya belum divaksin," tulisnya dalam video.

Awalnya, video yang diunggah di akun @nurse_sushi itu tidak tampak luar biasa di tengah begitu banyaknya konten mengenai Covid-19 yang membanjiri TikTok.

Namun, beberapa hari setelah dia mengunggahnya pada 19 Agustus, video itu menjadi viral.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suguhan itu lantas dipenuhi dengan komentar yang menyebutkan bahwa video itu memotivasi orang-orang untuk segera divaksin.

"Sebagian besar orang belum pernah mendengar suara alarm itu sebelumnya," ujar Rice kepada Insider.

Bunyi alarm konstan dimulai beberapa bulan yang lalu ketika varian delta mulai melonjak dan dia terkejut melihat betapa hal itu tampak menakuti orang-orang.

Bagi banyak orang, video unggahan Rice berhasil menyampaikan pemahaman sensorik tentang kesulitan ICU yang harus menangani banyak pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Oleh karena itu, mereka cukup terpengaruh dengan video emosional milik Rice dan memutuskan untuk segera mendapatkan vaksin.

Baca juga: Tertular Covid-19 Varian Delta, Hillary Duff Bersyukur Sudah Divaksin

Video yang memotivasi orang untuk divaksin

https://www.tiktok.com/@nurse_sushi/video/6998078138420890886?referer_url=https%3A%2F%2Fwww.insider.com%2F&referer_video_id=6998078138420890886&refer=embed&is_copy_url=0&is_from_webapp=v1&sender_device=pc&sender_web_id=6978688985371756033

Seorang pekerja perhotelan di Philadelphia, Sarah Draissi (21), mengaku telah berupaya keras mempelajari Covid-19 secara online.

Tetapi, sampai pada bulan Agustus, dia masih belum divaksin.

Hal itu disebabkan banyaknya informasi yang salah tentang vaksin Covid-19, sehingga dia terus bertanya-tanya kebenaran mengenai vaksin.

Setelah menonton video yang dibuat oleh Rice, Draissi yang saat itu sedang berada di Florida langsung membuat janji untuk vaksinasi sekembalinya ke Philadelphia.

"Video itu benar-benar memotivasi saya. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk orang-orang ini," kata Draissi.

Baca juga: Apakah Boleh Minum Alkohol Setelah Divaksin Covid-19?

"Jujur saja, video itu membuat saya merasa bodoh karena ada sesuatu yang bisa saya lakukan saat masih sehat dan tidak di berada di ranjang ICU," lanjut dia.

Sementara itu, Shae Garbe (23), dari Wisconsin, menunda untuk mendapatkan vaksin sebelum melihat video Rice di tempat tidurnya pada suatu pagi.

"Sangat mudah untuk mengabaikan sesuatu ketika itu tidak terlihat tepat di depan wajah kita, namun video itu sangat memotivasi saya," ungkapnya.

"Saya menontonnya berulang kali, dan setengah jam kemudian saya memutuskan untuk divaksin," imbuh dia.

Baik Draissi dan Garbe telah membagikan video tersebut dengan teman hingga keluarga mereka.

Baca juga: Kapan Anak Penyintas Covid-19 Boleh Divaksin?

Setelah video TikTok miliknya viral, Rice sempat dihubungi oleh Departemen Kesehatan California.

Dia pun menyetujui akun TikTok-nya digunakan sebagai alat pemberitahuan informasi layanan publik seputar Covid-19 di seluruh negara bagian pada bulan Oktober dan November.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.