Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/09/2021, 08:56 WIB
Editor Wisnubrata

Yang dimaksud dengan praktek Full Circular Economy antara lain mendaur ulang sampah-sampah plastik menjadi barang yang berguna, sehingga mencegahnya merusak lingkungan.

"Menurut data yang dikeluarkan oleh Ecoton, se-Indonesia khususnya Pulau Jawa, setiap tahun ada 8 juta ton sampah plastik, 3 juta ton bisa diolah, dan yang 5 juta ton yang tidak terkelola. Ada yang dibuang, ditimbun, dibakar dan 2,6 juta ton dibuang ke aliran sungai," ujar Gede Robi.

Jika tingkat produksi dan konsumsi plastik saat ini berlanjut dan bahkan terus meningkat, maka diperkirakan jumlah sampah plastik yang salah kelola di Indonesia pada 2025 akan meningkat lebih dari dua kali lipat.

"Karenanya perlu peran aktif produsen dan industri untuk berinovasi mencapai 100% produk plastik yang bisa didaur ulang, ataupun secara perlahan-lahan dapat menghapusnya sama sekali,” ujar Gede Robi.

Maka seperti lagunya di atas, pengurangan sampah plastik ini janganlah dijadikan sekedar gagasan, namun harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

"Setiap orang seharusnya bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Perilaku mampu mengelola sampah dengan tidak membuang sembarangan, memilahnya, hingga daur ulang, secara etika juga menjadi tindakan baik bagi manusia lain dan lingkungan."

"Di Bali kami memiliki konsep Tri Kaya Parisudha sebagai landasan untuk menjaga lingkungan," ungkap Gede Roni.

Tri Kaya Parisudha sendiri adalah tiga perbuatan yang disucikan menurut adat masyarakat Bali, yaitu berpikir yang benar (manacika), berkata yang benar (wacika) dan berbuat yang benar (kayika).

Tentu semua ini sejalan dengan kampanye The Body Shop Indonesia #KerenTanpaNyampah untuk mengembalikan kemasan produk agar bisa didaur ulang, dan anjuran menggunakan kemasan isi ulang saat berbelanja.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, The Body Shop Anjurkan Pakai Kemasan Isi Ulang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.