KOMPAS.com - Membiarkan gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) dapat memicu diabetes dan sejumlah komplikasi lain dalam jangka panjang.
Terlebih lagi, diabetes merupakan penyakit sistemik yang terkait dengan peningkatan gula darah dari waktu ke waktu.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah pada mata, ginjal, saraf, kaki, serta jantung.
Oleh sebab itu, untuk mengelola gula darah agar tetap terkendali dengan baik, kita harus benar-benar mengetahui apa saja pemicu potensialnya.
Baca juga: 6 Makanan untuk Turunkan Kadar Gula Darah, Apa Saja?
"Mungkin hal pertama yang dipikirkan kebanyakan orang adalah makanan, khususnya, karbohidrat sederhana yang menjadi penyebab."
Demikian penjelasan seorang ahli endokrinologi dan asisten profesor kedokteran di Duke University, Beatrice Hong.
Ada pun karbohidrat sederhana yang memiliki indeks glikemik tinggi, yang menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat antara lain roti putih, kentang, dan nasi.
Di samping itu, penyebab umum kenaikan gula darah adalah kadar insulin yang rendah di dalam tubuh.
Menurut seorang ahli endokrinologi, Lorena Wright, insulin adalah hormon normal dalam tubuh yang biasanya diproduksi oleh pankreas.
"Insulin bertindak untuk mengangkut glukosa dari darah dan ke dalam sel sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar," kata dia.
Baca juga: 97 Tahun Lalu, Manusia Dapat Suntikan Insulin untuk Kali Pertama
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.