Kompas.com - 20/09/2021, 20:36 WIB
Ilustrasi putus cinta. FREEPIK/TIRACHARDZIlustrasi putus cinta.

Jika si mantan tidak tertarik untuk bertanggung jawab atas tindakan masa lalunya, maka pesan itu tidak dimotivasi oleh rasa peduli. Pesan itu hanya ia gunakan untuk menarik perhatian, bukan untuk menebus kesalahan.

Baca juga: Populer di Dunia Kencan, Apa itu Ghosting?

- Minta maaf berlebihan dan merayu kita bahwa ia telah berubah

Jika ia minta maaf berlebihan dan mengucapkan beberapa janji yang terkesan manis, waspadalah.

Permintaan maaf terbaik adalah perilaku yang benar-benar berubah dan dapat dibuktikan seiring berjalannya waktu, bukan sekadar di mulut saja.

Pikirkanlah apa yang benar-benar kamu mau dan berikan reaksi yang tepat padanya.

- Menghujani dengan hadiah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan tiba-tiba memperlakukanmu dengan baik dan menghujanimu dengan perhatian dan berbagai hadiah.

Namun, meski terlihat manis, perilaku yang dikenal sebagai love bombing alias bom cinta—tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Cinta yang kuat tidak didasarkan pada sistem penilaian sesaat namun berjalan lambat dan tenang untuk membangun momen-momen, bukan melalui gerakan dan pernyataan besar.

Baca juga: Jangan Ucapkan 7 Kalimat Ini Ketika Memutuskan Hubungan dengan Pacar

- Selalu ingin tahu posisimu

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.