Kompas.com - 23/09/2021, 10:08 WIB
Keheningan mengantar pemenuhuan diri. ShutterstockKeheningan mengantar pemenuhuan diri.

KOMPAS.com - Mendengar musik adalah salah satu cara mudah untuk meningkatkan mood, melepaskan kebosanan dan menghilangkan stres.

Manfaat musik bagi kesehatan juga baru-baru ini ditemukan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.

Dslam studi tersebut, para peneliti dari Dartmouth's Geisel School of Medicine mencatat bahwa lagu "Sonata for Two Pianos in D major, K 448" dapat membantu membatasi perilaku kejang terkait epilepsi di otak.

Mozart menggubah musik klasik ini pada tahun 1781, tetapi lagu itu justru menjadi alat yang digunakan oleh komunitas ilmiah medis pada 1990-an karena hubungannya dengan penalaran spasial, salah satu fungsi otak.

Secara resmi dinamai "Efek Mozart," musik itu ternyata dapat membantu orang-orang yang mengalami epilepsi. 

Baca juga: Musik Klasik Membuat Bayi Lebih Cerdas, Fakta atau Mitos?

Dalam sebuah studi terbaru mengenai manfaat mendengar musik klasik, para peneliti menggunakan electroencephalograms pada 16 peserta dewasa pengidap epilepsi dan resistan terhadap obat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peserta itu juga mendengarkan musik klasik, terutama lagu Mozart, selama 15 atau 90 detik.

Hasilnya, mereka yang hanya mendengarkan Mozart mengalami penurunan 66,5 persen dalam aktivitas epilepsi-sentris di otak.

"Kami menganalisis struktur musik K 448 ciptaan Mozart dengan respons listrik di otak manusia untuk menentukan efek fitur musik tertentu pada otak," kata profesor musik dan ilmu komputer di Dartmouth, Michael Casey, PhD.

Para peserta itu mendengarkan beragam genre musik dengan fitur akustik yang sesuai dengan Mozart K448. 

Meski para peneliti telah memilih genre yang sesuai dengan kebiasaan mendengarkan peserta, sejauh ini hanya nada band gamma auditori 40-Hz dan piano sonata K 448 Mozart yang diamati efektif dalam mengurangi pelepasan epileptiform interiktal.

Baca juga: Sering Dialami Anak, Berikut Penyebab Epilepsi

Mereka juga menemukan bahwa pengurangan epilepsi paling menonjol di korteks frontal kiri dan kanan di otak — yang diketahui mengendalikan emosi — terjadi setelah peserta mendengarkan sekitar 30 detik musik klasik Mozart.

"Lagu sonata Mozart memiliki ritme 16 nada berulang yang relatif konstan (sekitar 128 ketukan per menit dalam rekaman yang digunakan) yang dapat membangkitkan entrainment saraf," terangnya.

Mendengar sonata klasik juga melibatkan sirkuit otak untuk fungsi perhatian dan emosional.

Untuk alasan ini, pengobatan gangguan otak melalui musik dinilai lebih efektif.

 

Baca juga: 12 Manfaat Menyenangkan Jadi Pencinta Musik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.