Kompas.com - 23/09/2021, 17:21 WIB
Aktor AS Johnny Deppmenghadiri persidangan pencemaran nama baik terhadap News Group Newspapers (NGN), di Pengadilan Tinggi di London, pada 20 Juli 2020. - Depp menggugat penerbit The Sun dan penulis artikel atas klaim yang menyebut dirinya sebagai pemukul istri pada April 2018. TOLGA AKMENAktor AS Johnny Deppmenghadiri persidangan pencemaran nama baik terhadap News Group Newspapers (NGN), di Pengadilan Tinggi di London, pada 20 Juli 2020. - Depp menggugat penerbit The Sun dan penulis artikel atas klaim yang menyebut dirinya sebagai pemukul istri pada April 2018.

KOMPAS.com - Johnny Depp mengalami titik terendah dalam kariernya kala menjadi sasaran cancel culture.

Aktor gaek ini diboikot oleh publik karena dituding sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap mantan istrinya, Amber Heard. Tuduhan ini muncul bersamaan dengan konflik perceraiannya yang sempat menghebohkan dunia.

Media Inggris, The Sun, bahkan menjulukinya sebagai wife beater, pemukul istri, dalam berbagai pemberitaannya.

Bintang Pirates of the Carribean ini sempat mengajukan gugatan pencemaran nama baik atas istilah itu pada November 2020. Namun ia kalah karena hakim memutuskan bahwa kata-kata itu "secara substansial benar."

Akibat sederetan skandal tersebut, popularitasnya menurun drastis dan film terbarunya kala itu, Minamata, sulit rilis di jaringan bioskop Amerika Serikat.

Johnny Depp Johnny Depp
Ayah Lily Rose Depp ini juga kehilangan peran dalam sejumlah proyek film besar termasuk franchise Fantastic Beasts, di mana ia berperan sebagai Gerald Grindewald.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemeran Edward Scissorhand ini padahal termasuk dalam salah satu aktor terbesar Hollywood saat ini. Lewat berbagai peran uniknya, filmnya selalu sukses besar di pasaran dan sukses mendulang uang.

Namun terbukti nama besarnya bahkan tak bisa membuatnya kebal dari cancel culture, hal yang marak terjadi di era media sosial saat ini.

Saat menerima penghargaan Donostia Awards di San Sebastian Film Festival, pria berusia 58 tahun ini untuk pertama kalinya buka suara soal pemboikotan yang menghancurkan kariernya itu.

Ia berpendapat, cancel culture sudah berkembang menjadi gerakan yang sudah di luar kendali.

"Saya katakan lagi kepada Anda bahwa tidak ada yang aman (dari cancel culture). Tidak satu pun dari Anda. Tidak ada orang di luar pintu itu. Tidak ada yang aman, selama seseorang mau mengucapkan satu kalimat," terangnya soal tudingan KDRT yang disematkan padanya.

Pria yang kini sedang berjuang memperbaiki kariernya itu punya saran untuk orang lain yang mungkin mengalaminya.

"Saya percaya tidak ada yang aman. Tetapi jika Anda dipersenjatai dengan kebenaran, hanya itu yang Anda butuhkan. Tidak masalah jika suatu penilaian, per se, telah mengambil beberapa lisensi artistik," tandasnya lagi.

Baca juga: Anak Perempuan Beranjak Dewasa, Johnny Depp Curhat di Media

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.