Kompas.com - 24/09/2021, 16:50 WIB
Ilustrasi kesehatan pasien long Covid berangsur pulih setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Meski terlalu dini menyimpulkan, namun temuan studi peneliti Inggris ini memberi harapan bagi pasien long Covid. SHUTTERSTOCK/fizkesIlustrasi kesehatan pasien long Covid berangsur pulih setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Meski terlalu dini menyimpulkan, namun temuan studi peneliti Inggris ini memberi harapan bagi pasien long Covid.

KOMPAS.com - Lepas dari infeksi Covid-19 ternyata masih dapat menyebabkan gejala lanjutan yang berlangsung lama, bahkan hingga berbulan-bulan pasca infeksi hilang. Keadaan ini dikenal dengan nama long covid.

Bagi sebagian orang, gejala long covid dapat dirasakan meski telah dinyatakan negatif dengan kondisi yang lebih parah dari sebelumnya.

Sampai saat ini, para ahli masih terus mempelajari lebih lanjut tentang kondisi long covid.

Namun, ada beberapa tanda awal potensial long covid yang mungkin muncul, bahkan sebelum seseorang pulih dari infeksi virus corona.

Tanda-tanda awal long covid

Dokter spesialis paru di St. Elizabeth Healthcare, Chaitanya Mandapakala, mengatakan, gejala yang paling umum dari long covid adalah kelelahan yang sangat buruk.

Selain itu, pasien juga mengalami kondisi kelemahan otot, dan kabut otak.

Secara keseluruhan, para penderita long covid mengeluh tidak dapat melakukan hal-hal yang mereka bisa lakukan sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Stres akibat Alami Long Covid-19? Begini Solusinya...

"Sebelum terkena Covid-19, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja atau dapat melakukan jenis olahraga tertentu, dan sekarang mereka tidak dapat melakukan semua itu," kata dia.

Satu penelitan oleh kelompok studi Therapies for Long Covid (TLC) di University of Birmingham, Inggris, yang diterbitkan pada bulan Juli, menemukan sejumlah gejala long covid.

Di mana, orang-orang dengan long covid mengalami gejala tertentu seperti sesak napas, nyeri dada, atau detak jantung yang tidak normal.

Sementara, orang yang memiliki komorbiditas seperti asma, berisiko lebih tinggi mengembangkan gejala long covid yang lebih parah.

Orang yang mengalami lima gejala atau lebih dalam minggu pertama terinfeksi virus corona juga tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena long covid.

Gejala-gejala lain long covid

Satu penelitian besar mengidentifikasi hampir 200 gejala potensial dari kondisi long covid yang begitu luas.

Menurut Dr Mandapakala, gejala umum lainnya dari long covid ini dapat meliputi:

• Sakit kepala

• Sesak napas

• Jantung berdebar atau palpitasi

• Pusing

• Gangguan tidur

• Demam

• Depresi

• Nyeri otot

"Dalam beberapa kasus yang parah, pasien akhirnya harus membutuhkan alat bantu oksigen," tambah dia.

Baca juga: Sudah Sembuh tapi Alami Gejala Long Covid, Apa yang Harus Dilakukan?

Seberapa umum terjadi

Untuk mengetahui seberapa umum long covid terjadi ini masih sulit ditentukan, karena para ahli sedang mempelajarinya secara real time.

Selain itu, tidak ada definisi formal untuk kondisi long covid.

Konon, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memerkirakan bahwa sekitar satu dari tiga orang yang tertular virus corona akan berakhir dengan gejala yang berlangsung lebih dari sebulan.

Penyebab long covid

Mandapakala mengungkapkan, penyebab long covid masih belum jelas sampai saat ini.

Tetapi, salah satu teori menyebutkan kalau infeksi Covid-19 menyebabkan sistem kekebalan menjadi overdrive, atau menciptakan gejala tertentu, yang menyebabkan tubuh menyerang dirinya sendiri.

Hal lain adalah bahwa Covid-19 dapat membuat peradangan di bagian tubuh tertentu seperti otak dan otot, yang menyebabkan masalah kelelahan, serta nyeri otot.

Virus ini juga diketahui masih dapat bersarang di dalam tubuh dan menyebabkan beberapa masalah fisik.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Diri Terkena Long Covid

"Kemungkinan besar itu lebih dari satu kondisi," kata Direktur National Institutes of Health, Dr Francis Collins.

Cara untuk tetap aman

Dengan mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, di mana pun kita tinggal, dapat membantu mengakhiri masa pandemi ini.

Selain itu, bagi yang belum divaksin segeralah untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Bagi yang belum atau tidak bisa vaksin, tetaplah untuk mematuhi protokol dengan ketat.

Tetap memakai masker, menjaga jarak sosial, menerapkan kebiasaan cuci tangan, menghindari kerumunan besar, dan sebisa mungkin tidak bepergian dulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.