Kompas.com - 24/09/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

"Sementara temuan ini mungkin sebagian dipengaruhi oleh faktor-faktor selain lemak susu, penelitian kami tidak menunjukkan bahaya apa pun dari lemak susu," kata peneliti senior di Institut George, Matti Marklund.

Di sisi lain, studi tersebut menunjukkan bahwa kelompok dengan biomarker tertinggi asupan susu memiliki BMI yang lebih rendah (berat badan ideal), lebih aktif secara fisik, dan memiliki tingkat merokok yang lebih rendah.

Mereka juga memiliki risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, lebih sering mengonsumsi asupan sayuran, buah, dan ikan, serta mengurangi asupan daging olahan.

Trieu mengatakan bahwa meskipun produk olahan susu kaya akan lemak jenuh, namun itu juga kaya akan banyak nutrisi lain dan dapat menjadi bagian dari diet sehat.

"Tetapi, lemak yang sering ditemukan dalam makanan laut, kacang-kacangan, dan minyak nabati memiliki manfaat kesehatan yang lebih besar daripada lemak susu," ujar dia.

Baca juga: Susu Dianggap Makanan Mahal, Konsumsi Susu di Indonesia Rendah

Brian Power, seorang dosen di departemen kesehatan dan ilmu gizi di Institute of Technology Sligo di Irlandia, mengatakan bahwa penelitian ini harus mendorong para ilmuwan untuk memikirkan kembali hubungan antara makanan dan penyakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Produk susu tidak perlu dihindari," terang Power yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Ini sebagian besar hilang dalam terjemahannya ketika mengomunikasikan apa yang kita ketahui tentang makan sehat," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.