Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/09/2021, 19:49 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menyeruput cold brew atau kopi dingin di siang hari memang lebih nikmat dan menyegarkan ketimbang kopi panas.

Tetapi, bagaimana menjaga cold brew agar tetap dalam kondisi baik? Bolehkah cold brew disimpan dalam waktu lama di ruangan, atau harus selalu disimpan di kulkas?

Sebelum mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengenali terlebih dulu apa itu cold brew.

Apa itu cold brew?

Menurut Travis Beckett, pendidik di Counter Culture Coffee, kopi biasa seperti filter drip atau espresso umumnya diseduh menggunakan air panas dengan suhu sekitar 90-100 derajat celsius.

Baca juga: Tak Hanya Segar, Petik 3 Manfaat Minum Kopi Cold Brew untuk Kesehatan

Kopi seduh bisa diminum dalam kondisi panas atau ditambahkan es batu.

Sementara itu, cold brew coffee adalah teknik menyeduh bubuk kopi hitam dengan air dingin bersuhu sekitar 21 derajat celsius, sebut Beckett.

Karena menggunakan air yang lebih dingin, proses penyeduhan kopi memakan waktu lebih lama sekitar 12-18 jam.

Beckett mengatakan, waktu penyeduhan yang lama dan air dingin akan menciptakan kopi dengan tekstur yang lebih halus dan beraroma lembut.

Cold brew vs cold brew concentrate

Cold brew dibuat menggunakan kopi dengan takaran tertentu untuk menghasilkan rasa yang kuat.

Lalu apa bedanya cold brew dengan cold brew concentrate?

"Konsentrat cold brew dibuat menggunakan lebih banyak bubuk kopi atau air yang lebih sedikit, dan perlu diencerkan dengan air dingin setelah ampas kopi disaring," kata Beckett.

Beberapa kedai kopi, lanjut dia, menggunakan konsentrat cold brew agar lebih efisien ketika kedai sedang dipenuhi pengunjung.

Baca juga: Membuat Cold Brew Rumahan? Ini Caranya

Jika kita ingin membuat cold brew di rumah, kita tentu tidak memerlukan konsentrat.

"Penggemar kopi membuat cold brew di rumah menggunakan resep siap minum."

Menyimpan cold brew

Apabila kita membuat cold brew dalam jumlah banyak, simpanlah minuman itu dengan benar.

Beckett menyarankan untuk menyimpan cold brew dalam wadah tertutup seperti toples plastik atau kaca, di dalam lemari es.

Jangan menyimpan cold brew di suhu kamar, karena lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan pada akhirnya basi.

"Resep dan pilihan biji kopi, mulai dari tingkat sangrai, ukuran penggilingan, dan sebagainya berbeda," ungkap Chi Sum, salah satu pendiri Coffee Project NY.

"Semua faktor ini berkontribusi pada usia kopi dapat disimpan sebelum basi, terasa tawar, dan mengalami perubahan keasaman."

Sum mengatakan, cold brew dapat disimpan antara 2-7 hari.

Baca juga: Membuat Cold Brew Nikmat ala Starbucks

Sementara Selina Viguera, pemilik kafe Blue Bottle Coffee Abbot Kinney mengaku kerap menyimpan konsentrat cold brew hingga dua minggu.

Namun setelah diencerkan, pegawai di kafenya akan menyajikan konsentrat cold brew dalam waktu 3-4 hari.

"Dalam meminum cold brew, lebih segar selalu lebih baik," tambah Beckett.

Untuk menjaga keawetan cold brew, Beckett mencatat pentingnya mengeluarkan udara dari wadah penyimpanan.

Cara seperti ini mirip dengan saat kita menyimpan sebotol anggur.

Atau, kita dapat membeli perangkat kegerator kecil (sejenis kulkas untuk menyimpan bir dan wine) sebagai tempat penyimpanan cold brew.

Baca juga: “Cold Brew” Menikmati Kopi Tanpa Rasa Asam

"Kedai kopi memasukkan cold brew ke dalam kegerator dan membiarkan kopi terpapar karbon dioksida agar tetap segar lebih lama," ucap Beckett.

Sementara itu, Viguera merekomendasikan untuk menyimpan cold brew di kulkas dalam bentuk konsentrat untuk menjaga kesegaran cold brew.

Jika kita ingin meminum cold brew, encerkan konsentrat dengan air atau susu, tergantung selera.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com