Kompas.com - 29/09/2021, 07:21 WIB
Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). Sebanyak 610 sekolah di Ibu Kota menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). Sebanyak 610 sekolah di Ibu Kota menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat.

KOMPAS.com – Indonesia telah berhasil melewati gelombang kedua pandemi, namun kita tak boleh lengah karena badai pandemi belum berakhir. Bahkan, masyarakat diminta mengantisipasi gelombang tiga pandemi.

Di beberapa negara tetangga telah terjadi lonjakan kasus Covid-19, salah satunya Singapura yang penduduknya sangat disiplin dengan protokol kesehatan.

“Kondisi di Singapura seminggu terakhir kasusunya di atas 1.000. Ada peningkatan kasus, walau jumlah orang yang dirawat di rumah sakit tak lebih dari 1.000 dari kapasitas 15.000. bagi Singapura jumlah ini cukup besar,” kata Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo dalam Dialog Produktif Semangat Selasa Forum Merdeka Barat 9 KPCPEN Selasa (28/9/2021).

Pemerintah Singapura sendiri memprediksi penambahan 100 hingga 200 kasus per hari. Namun pada kenyataannya jauh lebih tinggi.

Padahal, menurut Suryo, tingkat kedisiplinan Prokes masyarakat sangat baik. Pemerintah juga menetapkan denda atau hukuman penjara bagi pelanggaran.

Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 meski Tak Setinggi Puncak Kasus

Suryo mengemukakan, belajar dari lonjakan kasus di Singapura, diketahui bahwa masuknya varian baru akan sangat menyulitkan penanganan Covid-19. Karena itu, antisipasi dengan cara pengetatan pintu masuk merupakan langkah tepat untuk mencegah peningkatan kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan COVID19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan jika upaya pembatasan pintu masuk sangat perlu dilakukan, disertai pengawasan jalur-jalur masuk ilegal ke Indonesia dan penguatan pengamanan perbatasan.

“Meski kinerja Covid-19 di Indonesia membaik, kita dikelilingi oleh negara-negara dengan lonjakan kasus. Karena itu perlu terus waspada dengan cara : meneruskan PPKM, meningkatkan testing, memperbaiki tracing, terus menerapkan protokol kesehatan,” kata Sonny.

Ia mengatakan, pemerintah sangat membatasi pintu masuk dan orang yang masuk ke Indonesia saat ini langsung dites PCR dengan hasil yang bisa diketahui dalam satu jam.

Baca juga: Epidemiolog: Puncak Gelombang Ketiga Covid-19 Mungkin Akhir Tahun 2021

Mengenai peningkatan mobilitas masyarakat, Sonny menyebutkan pembukaan kegiatan dilakukan dengan kehati-hatian sambil terus mendorong kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.