Kompas.com - 30/09/2021, 08:55 WIB

Terlalu banyak dan terlalu cepat memberikan sesuatu

Love bombing bisa terlihat seperti pasangan terus-menerus menawarkan hadiah mewah kepada kita, entah itu gawai atau perhiasan dan kemudian menuntutnya kembali untuk merendahkan atau menghukum kita.

Selain hadiah, pasangan yang suka love bombing juga dapat membanjiri kita dengan pernyataan romantis sebelum nantinya merendahkan kita.

Baca juga: Trauma Masa Kecil Picu Kebiasaan Gonta-ganti Pasangan, Benarkah?

• Umpan balik emosional yang tidak konsisten

Apabila pasangan kita tidak konsisten dalam memberikan kasih sayangnya, itu mungkin pertanda bahwa ada sesuatu yang terjadi.

"Jika pasangan kadang-kadang menghujani kita dengan kasih sayang dan di lain waktu merendahkan kita, itu mungkin pertanda terjadinya love bombing," jelas Behr.

"Semakin besar perbedaan antara perilaku, semakin besar kemungkinan kita berurusan dengan narsisme patologis," lanjut dia.

• Tingkat pujian yang berlebihan

Pujian adalah bagian yang sehat dari hubungan apa pun, tetapi naluri kita akan tahu kapan sesuatu menjadi berlebihan atau terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

"Meskipun normal untuk memuji pasangan baru saat suatu hubungan berkembang, love bombing berfokus untuk memberikan pujian yang berlebihan, bahkan sebelum dia cukup mengenal pasangannya," kata Manly.

Baca juga: 6 Cara Kenali Beda antara Pujian dan Pelecehan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.