Kompas.com - 30/09/2021, 08:55 WIB

Namun, love bombing tidak selalu berarti kita berurusan dengan seorang narsisis. Ini juga dapat terjadi jika seseorang kesepian atau secara alami sangat murah hati dan penuh perhatian.

Di sisi lain, Behr berpendapat bahwa kebanyakan orang memiliki ciri-ciri yang dapat dianggap narsistik, bahkan jika seseorang bukanlah seorang narsisis sejati.

"Kita semua memiliki beberapa fitur narsistik dalam kepribadian kita, jadi mungkin saja love bombing yang kita terima berasal dari fitur narsisme daripada narsisme patologis sejati," terangnya.

Yang harus dilakukan

Love bombing bisa berbahaya karena pada akhirnya akan membuat kita kecewa.

Menurut Behr, idealisasi dapat membawa harga diri seseorang, harapan, dan kasih sayang timbal balik ke ketinggian yang besar hanya untuk diinjak-injak oleh devaluasi.

"Ketika seseorang melakukan love bombing pada kita, maka dengan mudah dia menumbuhkan perasaan romantis untuk kita," ungkapnya.

"Tetapi, ketika cinta dan kasih sayangnya dihapus sementara cinta kita tetap sama, perasaan yang tak terbalas dapat mengakibatkan patah hati atau perasaan pengkhianatan," tambah dia.

Baca juga: Hindari Komentar Ini pada Sahabat yang Patah Hati

Bagi beberapa orang, love bombing bahkan dapat menyebabkan panik, putus asa, depresi, ketakutan, dan kecemasan dalam hidup.

Jika kita curiga sedang mengalami fenomena ini, Manly menyarankan agar kita mengistirahatkan hubungan sejenak untuk mendapatkan perspektif yang lebih objektif.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.