Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bingung Pilih Batik untuk ke Kantor? Begini Tips dari Para Ahli

Kompas.com - 01/10/2021, 06:06 WIB
Anya Dellanita,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Lalu jika ingin sedikit berbeda, Misan mengatakan bahwa setiap instansi bisa membuat desain corak khusus untuk seragam.

“Misalnya kalau nasional, seperti Korpri zaman dulu. Walau untuk zaman sekarang sih, orang lebih senang memilih corak dan warna kesukaan mereka masing-masing,” ujarnya.

Misan juga mengatakan kalau sebaiknya batik yang dikenakan adalah batik cap atau tulis, sebagaimana asal muasal terciptanya batik.

Baca juga: 10 Selebritas Dunia yang Tampil Menawan dengan Batik

Awareness tentang batik

Dalam kesempatan yang sama, Ernie dan Misan juga menjelaskan tentang awareness atau kesadaran masyarakat Indoesia soal batik saat ini.

Ernie berpendapat bahwa secara umum, kini masyarakat Indonesia memang sudah cukup sadar akan budaya etnik nusantara sendiri, bukan hanya soal batik.

“Sekarang semua sudah banyak yang aware ya soal etnik nusantara. Lalu sekarang lebih banyak dimodifikasi begitu, menurut saya itu lebih bagus jadi tidak monoton. Saya suka lihat yang menabrakkan corak etnik daerah lain dengan batik,” ujar Ernie.

Menurut Ernie, modifikasi dan menabrakkan corak itu merupakan contoh kemasan yang menarik agar masyarakat Indonesia lebih aware dan menyadari bahwa etnik budaya indonesia sangat indah dan beragam.

Sementara itu, Misan mengatakan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia akan batik terlihat dari batik yang kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup penduduk indonesia.

“Bahkan kalangan tertentu, seperti kalangan atas saja bangga berbusana batik,” kata Misan.

Misan juga setuju dan mendukung kewajiban pakai batik minimal satu hari per minggu.

“Sangat setuju kalau diwajibkan. Bahkan sekarang malahan banyak orang-orang yang suka dan dengan senang hati berbatik,” pungkasnya.

Baca juga: Batik Print Sebenarnya Bukan Batik, Ini Alasannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com