Kompas.com - 01/10/2021, 14:20 WIB

KOMPAS.com - Squid Game meraih popularitas di seluruh dunia setelah ditayangkan di platfrom streaming Netflix.

Semua orang membicarakan soal drama survival ini, sehingga viral di media sosial termasuk Instagram, TikTok, dan Twitter.

Popularitas dan tren Squid Game kemungkinan juga telah sampai ke telinga dan mata anak-anak kita.

Baca juga: Hati-hati, Serial Netflix Squid Game Bukan untuk Anak-anak

Para orangtua mungkin sudah mendapatkan pertanyaan dari anak soal apa itu Squid Game.

Barangkali anak kita juga telah menyaksikan cuplikasi serial sembilan episide itu di akun media sosialnya, atau malah sudah curi-curi menontonnya.

Tentunya ini menjadi hal yang menyulitkan bagi orangtua karena Squid Game merupakan tontonan dengan rating 18+.

Netflix mengategorikannya sebagai tayangan dewasa, karena berbagai adegannya yang menampilkan seks, ancaman kekerasan seksual, pembunuhan, dan penyiksaan.

Hal yang bisa dilakukan orangtua

Squid Game sukses mendominasi pemberitaan dan pembahasan warganet di media sosial belakangan ini. Berbagai gambar dan meme lucu dari cuplikan adegannya juga bertebaran.

Sulit bagi orangtua untuk membatasi agar anak tidak terpapar soal serial drama thriller ini. Apalagi, dengan begitu besarnya pengaruh media sosial  dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan ketika anak penasaran dengan tren Squid Game.

Cara ini juga bisa diaplikasikan jika anak ingin menonton Squid Game dan berisiko terpapar konten kekerasan brutalnya.

  • Bicarakan dengan anak

Popularitas Squid Game menginspirasi sejumlah konten media sosial termasuk kemunculan tantangan yang terinspirasi dari tayangan ini.

Misalnya saja challenge Dalgona Candy yang mengharuskan kita mengukir gambar tertentu di atas makanan.

Tantangan ini viral dibagikan di TikTok, dan banyak remaja tertarik memainkannya.

Baca juga: Suka Squid Game, Ini 5 Rekomendasi Drama Bertema Survival Game

Tren menonton Squid Game maupun mengikuti berbagai tantangannya ini harus kita bicarakan dengan anak.

Sampaikan kepada mereka soal apa yang sebaiknya dinikmati, dan apa yang tidak.

Kita bisa menjelaskan sekilas bahwa Squid Game berisikikan adegan kekerasan dan kekejaman sadis yang tidak baik disaksikan.

Anak mungkin akan sulit memahami dampaknya, namun jelaskan saja soal ketidaknyamanan yang dapat dirasakan ketika menontonnya.

Teodora Pavkovic, psikolog dan pakar keamanan siber utama di Linewize, aplikasi pemfilteran konten populer mengatakan, tidak semua tren cocok diikuti oleh anak.

“Bicarakan dengan mereka tentang bagaimana tren tertentu lebih layak diikuti daripada yang lain,” kata dia.

“Kita dapat membuat keputusan bersama dengan anak, dan berbicara dengan mereka tentang pengambilan keputusan digital mereka sendiri.”

  • Jelaskan soal rating usia

Netflix selaku penyedia konten menyematkan rating dewasa pada Squid Game yang artinya anak-anak dilarang menyaksikan.

Sayangnya, banyak orangtua tidak menyadari hal ini dan gagal memanfaatkannya.

“Pertunjukan Squid Game, di sisi lain, telah dinilai 17+ karena konten kekerasan, berdarah, dan seksual."

Baca juga: Ini Dia Profil Karakter Utama dalam Serial Squid Game

"Meskipun ada ulasan yang menyebut anak-anak 14-15 tahun dengan kedewasaan yang lebih besar dapat menangani alur cerita dan visualnya,” ungap Pavkovic.

Sampaikan kepada anak tentang hal ini termasuk soal manfaat dan tujuan rating. Sebagai gantinya, carilah tontona lainnya yang serupa, namun lebih ramah anak.

Kita bisa memanfaatkan fitur yang disediakan Netflix untuk mencari rekomendasi tontonan lain atau mencari rekomendasi di internet.

  • Jangan menghilangkan akses anak sepenuhnya

Jika kita mendapati anak melihat banyak konten Squid Game di Tiktok dan Instagram, jangan langsung mencabut aksesnya ke plaform tersebut.

Jangan pula langsung memblokir akses berlanggaan Netflix jika selama ini anak bisa menikmatinya.

“Sebaliknya, lakukan percakapan tentang kelayakan aplikasi, perilaku online, dan dampak menonton konten Game Squid terhadap mereka,” kata Pavkovic.

Diskusi tersebut dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat bersama anak. Hal ini juga sekaligus mengajari anak tentang pentingnya memilih konten yang tepat.

  • Pantau tontonan anak

Manfaat fitur kontrol orangtua untuk mengatur apa saja yang bisa ditonton anak di platform streaming maupun televisi.

Gunakan PIN maupun kata sandi yang tidak terjangkau oleh anak kita -jika perlu.

Penelitian menunjukkan, orangtua yang secara aktif mengelola media membuat anak mengonsumsi lebih sedikit dan membuat pilihan berkualitas sendiri.

Cara ini bisa diterapkan untuk memberikan efek jangka panjang yang jauh lebih baik bagi anak.

  • Pratinjau tontonan sebelum membiarkan ijin pada anak

Orangtua perlu mencari review untuk mempertimbangkan apakah tontonan tertentu layak untuk anaknya.

Baca juga: Nomor Ponsel Gong Yoo di Squid Game Ditawar Rp1,2 Miliar

Cara terbaiknya adalah menontonnya sendiri agar tahu apa yang bakal dikonsumsi oleh anak.

Common Sense Media, organisasi yang fokus pada kesejahteraan digital anak-anak menyebut tingkat kekerasan Squid Game sangat intens.

Jika memutuskan untuk membiarkan anak kita menontonnya, pastikan untuk berbicara dengan mereka tentang apa yang dilihat dan tidak boleh terlibat dalam perilaku tertentu seperti di tayangan tersebut.

Squid Game bukan satu-satunya dan serial pertama yang menampilkan kekerasan eksplisit, sehingga melarang anak nonton tayangan ini saja tidak cukup.

Biasakan untuk menyaring apa yang disaksikan oleh anak sebagai hiburan.

“Jika anak-anak telah menonton Squid Game, bicarakan dengan mereka tentang hal itu. Jika belum, sangat mudah untuk menemukan media sesuai usia yang bebas dari kekerasan yang akan dinikmati anak-anak Anda.”

Demikian penuturan Polly Conway, editor TV senior di Common Sense Media.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.