Kompas.com - 03/10/2021, 08:21 WIB
Praktik IMD di Indonesia belum optimal Praktik IMD di Indonesia belum optimal

KOMPAS.com - Praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Indonesia masih jauh dari optimal karena banyak bayi tidak mendapatkan ASI dalam satu jam setelah kelahirannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementeriaan Kesehatan RI menyebutkan IMD dilakukan dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah dilahirkan.

Tujuannya bukan hanya mendekatkan ibu dan bayi namun juga bermanfaat untuk kesehatan fisik. IMD membantu pembentukan koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri maupun mencegah pendarahan dan anemia pada ibu.

Sayangnya, praktik IMD di Indonesia baru mencapai 58,2 persen dari jumlah kelahiran, menandakan pelaksanaannya memang belum begitu baik.

Fakta ini disampaikan oleh Mahmud Fauzi, S. KM., M. Kes, Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Konsumsi Gizi Kementerian Kesehatan RI. Ia menyebutkan soal ini dalam webinar bertajuk “Inisiasi Menyusu Dini (IMD): Starting Point Keberhasilan Pemberian Makan Bayi dan Anak” pada Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: 7 Asupan Kaya Nutrisi untuk Ibu Selama Masa Menyusui

"Angka tersebut menandakan pelaksanaan IMD di Indonesia memang belum begitu baik," ujarnya, seperti dalam rilis media yang diterima Kompas.com.

Ia juga berpendapat, IMD merupakan awal keberhasilan pemberian ASI eksklusif karena dapat merangsang produksi air susu dan memperkuat refleks menyusu pada bayi.

Selain itu, bayi lebih dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia juga hanya mencapai 52,5 persen. Pasalnya, rata-rata durasi pemberian ASI eksklusif di Indonesia adalah 3 bulan saja.

Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga usia enam bulan dan diteruskan hingga anak berumur dua tahun dengan pendamping makanan.

Baca juga: Ibu Positif Covid-19, Bolehkah Menyusui?

Dokter Ekarini Aryasatiani SpOG(K) mengatakan IMD perlu dilakukan pada semua bayi bugar tanpa memandang jenis persalinan. Setiap jenis kelahiran telah memiliki panduan yang bisa dipraktikkan segera setelah bayi dilahirkan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.