Kompas.com - 04/10/2021, 12:52 WIB

KOMPAS.com - Sebagian besar orangtua menghabiskan masa kecilnya dulu dengan melakukan berbagai macam permainan tradisional yang sederhana.

Sangat sedikit atau bahkan tidak ada yang melibatkan penggunaan smartphone, tablet, maupun teknologi lainnya, dalam keseharian generasi itu.

Berbeda dengan masa sekarang, anak-anak sudah sangat pandai menggunakan teknologi smartphone, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggunakannya.

Sehingga, hal tersebut mungkin memunculkan kekhawatiran pada orangtua tentang bagaimana smartphone dapat memengaruhi perkembangan anak-anak mereka.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Bisa Kurangi Kecanduan Gawai pada Anak

Menurut Study Finds, sebuah riset terbaru mengklaim, penggunaan smartphone dan teknologi lainnya tidak membuat orang "bodoh".

Studi tersebut diselesaikan oleh sekelompok peneliti dari University of Cincinnati dan University of Toronto.

Dari hasil penelitan tersebut, para peneliti menemukan, smartphone sebenarnya bekerja dengan cara lain, yang mungkin membuat anak-anak lebih pintar.

Mereka mengungkapkan, smartphone membantu orang membebaskan otak mereka untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks, dan mengembangkan pembelajaran untuk mempelajari berbagai hal.

"Tidak ada bukti ilmiah saat ini bahwa teknologi digital dapat merusak fungsi kognitif biologis," ungkap salah seorang peneliti, Anthony Chemero.

Baca juga: Penting, Tips Pemakaian Gawai bagi Anak Selama Pandemi

Ketika muncul pemahaman bahwa menggunakan smartphone dapat memblokir atau menekan pemikiran manusia, para peneliti berpendapat perangkat digital ini dapat digunakan sebagai suplemen, agar otak bekerja lebih baik dan lebih efisien.

Chemero mengatakan, apa yang para peneliti lakukan adalah mengubah cara menggunakan otak, dan perubahan ini terbukti bermanfaat.

"Mereka menunjukkan, smartphone menangani tugas-tugas yang membutuhkan waktu lebih lama bagi otak untuk mencari tahu," imbuh dia.

Misalnya, untuk memecahkan masalah matematika yang sulit, seorang siswa harus mengeluarkan pena dan kertas untuk mencarinya secara manual.

Namun, smartphone memungkinkan mereka untuk dapat memecahkan persoalan matematika sekarang dengan lebih mudah.

Baca juga: Begini Cara Batasi Screen Time Anak Agar Tak Ketergantungan Gawai

Ini tidak berarti otak tidak berpikir, tetapi kita memiliki waktu dan energi untuk fokus pada fungsi kognitif lainnya.

Jadi, ketika kita membiarkan smartphone menangani beberapa pekerjaan, otak dapat fokus pada tugas yang lebih kompleks.

Para peneliti memang mengakui, penggunaan smartphone dan teknologi memang memiliki beberapa kelemahan, tetapi smartphone juga telah terbukti tidak membuat anak-anak menjadi bodoh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Moms


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.