Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/10/2021, 15:48 WIB

KOMPAS.com - Gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh kita sebenarnya bisa dilihat dari organ-organ yang tampak, seperti kulit yang pucat dan kering. Selain itu, kita juga dapat mengetahuinya lewat cairan tubuh seperti keringat, darah, ingus, maupun air kencing.

Cairan tersebut terkadang dapat memberi petunjuk kepada kita tentang kondisi yang bersembunyi pada tubuh.

1. Keringat

Dokter nutrisi Felicia Stoler menjelaskan, berkeringat merupakan mekanisme untuk mendinginkan tubuh kita.

Butir-butir keringat itu terdiri dari 99 persen air (1 persen lainnya bisa berupa urea, vitamin C, asam laktat atau amonia, menurut Klinik Cleveland).

Meskipun kita mungkin menganggapnya sebagai cairan yang berbau, sebenarnya keringat tak ada baunya sampai akhirnya bersentuhan dengan bakteri.

Berikut adalah kasus-kasus di mana keringat dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan tubuh kita.

Baca juga: 4 Manfaat Keringat bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

Keringat yang asin

"Beberapa orang berkeringat lebih banyak, entah itu karena kepanasan atau stres, dan beberapa mengeluarkan lebih banyak natrium dalam keringatnya. Tetapi tidak ada yang menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan tubuh kita," kata Stoler.

Walau begitu, pemilik keringat yang asin harus berusaha ekstra untuk mengisi kembali elektrolit seperti natrium setelah berolahraga untuk menghindari dehidrasi. 

Kita bisa menindaklanjutinya dengan makanan yang dapat mengisi ulang elektrolit, meliputi:

  • sayuran hijau
  • Kacang-kacangan
  • Pisang
  • Susu
  • Minuman olahraga

Berkeringat banyak secara tiba-tiba

Meskipun berkeringat saat berolahraga adalah hal yang biasa, namun tiba-tiba berkeringat banyak saat sedang tidak berolahraga bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Menurut Clevaland Clinic, ino bisa menjadi pertanda:

  • Serangan jantung
  • Diabetes
  • Kondisi tiroid
  • Kanker

Baca juga: 9 Penyebab Keringat Dingin Terkait Gejala Penyakit Apa Saja

Ilustrasi kantong darah.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kantong darah.

2. Darah

Darah yang mengalir melalui pembuluh darah mencapai 8 persen dari berat badan kita dan memiliki sejumlah fungsi penting.

Cairan ini bertugas mengambil limbah dari ginjal dan hati dan mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh melalui hemoglobin yang ditemukan dalam sel darah merah, menurut American Society of Hematology (ASH).

Berikut adalah tanda-tanda tubuh memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan darah kita.

Baca juga: 8 Sumber Makanan Tinggi Zat Besi, Bantu Cegah Anemia

Anemia

Kadar hemoglobin yang terlalu rendah, yaitu kurang dari 13,5 gram per desiliter untuk laki-laki dan 12 gram per desiliter untuk perempuan, bisa berarti kita anemia. Untuk mengetahuinya memang diperlukan tes darah.

Namun, orang yang menderita anemia pada umumnya mengalami gejala pusing, lemas, lesu, dan susah berkonsentrasi.

Darah yang tidak menggumpal

Darah yang tidak mudah menggumpal juga memperingatkan bahwa ada sesuatu yang terjadi.

Misalnya, kita mengalami mimisan yang tidak mau berhenti atau luka di jari yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Ini mungkin saja akibat kita mengonsumsi aspirin atau antikoagulan, yang mengencerkan darah.

"Tidak ada aturan khusus dan cepat untuk berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal untuk mengetahui apakah itu masalah," kata Stoler.

Baca juga: 6 Tanda Leukemia yang Penting Diketahui

Tetapi jika darah kita secara konsisten lambat untuk membeku, itu bisa menjadi gejala leukemia, yang dapat didiagnosis oleh dokter dengan menjalani tes darah, menurut American Cancer Society (ACS). Gejala lain dari kanker ini meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Keringatan saat malam hari
  • Kehilangan selera makan

Tekanan darah tinggi

Angka lain yang harus diperhatikan adalah tekanan darah kita. Idealnya, tekanan darah kita harus berada di angka 120 mmHg/80 mmHg. 

Peningkatan tekanan darah dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dan bahkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung.

Baca juga: 10 Perubahan Gaya Hidup untuk Menurunkan Tekanan Darah

3. Ingus

Lapisan hidung kita menghasilkan satu liter atau lebih lendir yang luar biasa setiap hari, menurut Harvard Health Publishing.

Meskipun kedengarannya menjijikkan, ingus ini bertindak sebagai barrier pelindung, yang berfungsi untuk menyaring udara yang kita hirup untuk menjaganya dari debu dan bakteri yang masuk.

Lendir bisa muncul dengan berbagai warna, tergantung apakah kita sakit atau tidak. 

Ingus yang jernih

Ingus yang jernih biasanya menunjukkan bahwa kita bebas penyakit. Tetapi jika hidung mengeluarkan ingus secara berlebihan, itu bisa berarti kita memiliki alergi seperti demam, menurut Mayo Clinic. Ini mungkin saja terjadi jika kita juga mengalami gejala seperti:

  • Mata berair, gatal atau merah
  • Hidung gatal
  • Bersin
  • Batuk
  • Post-nasal drip
  • Kelelahan

Baca juga: Membedakan Gejala Pilek, Flu dan Covid-19

Ingus berwarna putih

Lendir atau ingus berwarna putih dapat menunjukkan adanya penyumbatan. Ini pun bisa terjadi jika kita mengalami infeksi atau pilek.

Ingus berwarna kuning

Ketika lendir atau ingus putih berubah menjadi kuning, itu pertanda penyakit kita berkembang. Rona kuning itu adalah hasil dari zat penangkal penyakit yang digunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Ingus berwarna hijau

Jika lendir putih atau kuning tidak mampu membersihkan semua kuman penyebab penyakit, sistem kekebalan tubuh kita menjadi overdrive, yang dapat mengubah ingus menjadi berwarna hijau.

Ingus berwarna pink, merah atau coklat

Ingus berwarna merah berarti ada darah di saluran hidung kita, yang bisa jadi ini diakibatkan oleh adanya cedera, iritasi, atau mimisan.

Namun, ini ada pengecualian jika kita secara tidak sengaja menghirup sesuatu yang berwarna cokelat (seperti kotoran), maka darah kering biasanya menjadi penyebab ingus cokelat dan biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca juga: Warna Ingus Tunjukan Kondisi Kesehatan Kita

Ingus berwarna hitam

Menurut Cleveland Clinic, ingus berwarna hitam dapat mengindikasikan infeksi jamur yang serius, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Jika kita melihat lendir hitam saat kita meniup hidung atau membuang ingus, segera periksakan ke dokter.

Ilustrasi kloset, toilet kamar mandi.SHUTTERSTOCK.NEW AFRICA Ilustrasi kloset, toilet kamar mandi.

4. Urine

Warna urine bisa jadi petunjuk apakah kita sudah cukup minum. Idealnya warna urine cukup jernih. Sedangkan warna kuning tua atau merah jingga menandakan kita dehidrasi atau pun mengonsumsi vitamin C. Konsumsi buah berwarna merah seperti buah naga atau bit juga dapat mengubah warna urine.

Air kencing berwarna coklat tua

Urine berwarna gelap dan kecoklatan bisa menjadi tanda porfiria, gangguan yang mengancam sistem saraf.

Apabila kita melihat kencing kita berwarna coklat tua nggap saja ini sebagai petunjuk bahwa inilah saatnya untuk menemui dokter, terutama jika mengalami gejala lain seperti sakit perut dan kepekaan terhadap cahaya.

Baca juga: 9 Penyebab Urine Berbau, Tanda Dehidrasi hingga Diabetes

Air kencing berwarna merah

Darah dalam urine bisa berarti ada sesuatu hal yang salah, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal, yang umumnya tekena secara bersamaan. Terutama jika ada gejala lain seperti:

  • Buang air kecil mendesak
  • Sering buang air kecil
  • Sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil

Air kencing berwarna oranye

Kita juga perlu mengunjungi dokter spesialis jika melihat air kencing kita berwarna oranye. Ini bisa menunjukkan bahwa organ hati tidak bekerja dengan baik, terutama jika juga melihat warna kuning pada kulit dan mata kita.

Air kencing berbau manis dan apek

Perhatikan juga bau urine kita. Kencing seharusnya tidak mengeluarkan banyak aroma karena sebagian besar terdiri dari air. Tapi urine yang berbau manis bisa menjadi tanda diabetes atau masalah metabolisme lainnya. Dan jika urine kita berbau apek, itu mungkin merupakan tanda penyakit hati.

Baca juga: 15 Gangguan Kesehatan di Usia 40 Tahun yang Perlu Diwaspadai

Air kencing berbau busuk

Jika bau urine kita tidak termasuk dalam kategori manis atau apek tetapi berbau busuk, maka bakteri mungkin bisa menjadi penyebabnya.

Kita perlu untuk segera menkonsultasikan ini dengan dokter, jika kita juga mulai mengalami gejala berikut, yang mungkin mengindikasikan infeksi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Rasa sakit seperti terbakar saat buang air kecil
  • Sakit punggung
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Livestrong
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.