Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mendorong Anak agar Sukses dan Berprestasi dengan Cara Sehat

Kompas.com - 06/10/2021, 09:43 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Di masa transisi besar ini, sikap orangtua tentang prestasi, teladan yang diberikan, dan gaya pengasuhan dapat berdampak besar. Jadi, tidak ada salahnya mendorong anak-anak untuk mencoba yang terbaik.

Baca juga: Tips Membesarkan Anak agar Tumbuh Bahagia

Untuk itu, orangtua bisa menggunakan beberapa metode yang dapat membantu anak-anak sukses dengan cara yang sehat dan produktif, seperti yang dilansir dari laman Verywell Family berikut ini.

1. Jangan terlalu fokus pada kerja keras

"Jika kita adalah orangtua yang pekerja keras, memiliki karir yang baik, dan penghasilan yang baik, tidak ada salahnya untuk mendorong anak kita," kata Luthar.

Tapi, saat memberikan contoh atau tindakan yang jelas untuk mendorong anak-anak, kita tidak perlu terus-menerus mengulangi pesan bahwa mereka perlu mendapatkan nilai yang bagus.

Sebaiknya, kita hadir untuk mendukung anak-anak ketika mereka menghadapi masalah dan biarkan mereka tahu bahwa mereka harus bangga dengan upaya terbaik mereka.

2. Jangan menekankan kemenangan

Menurut Luthar, berbuat lebih baik adalah kunci anak-anak dapat memiliki kesuksesan di hidup mereka daripada hanya bergantung pada kemenangan.

Mengingat seberapa besar tekanan yang dihadapi anak-anak untuk berhasil, semakin penting bagi orangtua untuk fokus pada nilai-nilai yang baik dan menyediakan ruang aman di mana anak-anak merasa didukung.

Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak agar Senang Menolong

3. Jangan mengkritik

Orangtua sering mengurangi harga diri anak-anak dengan menunjukkan kekurangan mereka dan fokus pada kesalahan yang mereka lakukan.

Alih-alih melakukan hal itu, bantulah anak-anak menemukan cara untuk memecahkan masalah dan beri tahu mereka bahwa kita bangga dengan upaya mereka.

Tetap positif dan bantu mereka melihat solusi daripada hanya bersikap negatif, serta mengoceh tentang masalah.

Sebuah penelitian lain dari tahun 2015 menemukan bahwa hukuman adalah respons yang kontraproduktif terhadap nilai buruk.

Apa yang sebenarnya berhasil adalah interaksi orangtua-anak yang hangat, lingkungan rumah yang mendukung, dan merangsang pembelajaran dengan hal-hal positif.

Baca juga: 3 Cara Mendidik Anak Jadi Orang yang Jujur

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com