Kompas.com - 08/10/2021, 09:00 WIB

Penularan emosi adalah bentuk primitif dari empati afektif yang mencerminkan kemampuan untuk berbagi perasaan.

Sebagai contoh, pada studi tahun 2020 yang dimuat dalam Canadian Journal of Experimental Psychology, para peneliti memantau reaksi anjing ketika pemiliknya atau orang asing berpura-pura tertawa atau menangis.

Anjing itu memberikan lebih banyak perhatian pada tuannya yang tampak menangis, baik dalam bentuk kontak visual maupun fisik.

Sementara ketika orang asing yang menangis, anjing-anjing tersebut memerlihatkan respons stres yang lebih tinggi.

Demikian penjelasan co-author studi Julia Meyers-Manor, profesor psikologi di Ripon College di Ripon, Wisconsin, AS.

"Semua jenis empati memiliki beberapa komponen emosi yang menular," ujar Meyers-Manor.

"Dalam beberapa hal, mengenali emosi makhluk lain secara kognitif lebih kompleks, sedangkan merasakan apa yang dirasakan hewan lain lebih sederhana."

Ketika seseorang berbagi perasaan dengan orang lain, seringkali selama percakapan manusia secara alami meniru ekspresi wajah, postur, dan bahasa tubuh orang lain tanpa disadari.

Gerakan otot yang terlibat dalam fenomena ini memicu perasaan aktual di otak dengan menyebabkan neuron atau sel otak bereaksi seolah-olah individu mengalami suatu kejadian secara alami.

Proses meniru ekspresi wajah, postur dan bahasa tubuh tersebut juga terjadi pada anjing saat berinteraksi dengan anjing lain.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.