Kompas.com - 12/10/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi kondom Ilustrasi kondom

KOMPAS.com - Regulasi terbaru di California, Amerika Serikat melarang seseorang melepas kondom tanpa persetujuan verbal dari pasangan ketika berhubungan seksual.

Gubernur California, Gavin Newsom telah menandatangani hukum perdata tersebut dan perdana menerapkannya di AS.

Melepaskan kondom tanpa consent, atau dikenal pula dengan istilah stealthing, dianggap sebagai kekerasan seksual berdasarkan regulasi ini.

Aturan ini akan melindungi para perempuan dari kehamilan yang tidak dikehendaki dari pasangannya, termasuk pekerja seks, penyintas kekerasan seksual dan kelompok rentan lainnya.

Cristina Garcia, anggota majelis California mengatakan praktik stealthing kerap menyebabkan kerugian fisik dan emosional jangka panjang bagi para korbannya. Praktik ini umumnya dialami oleh wanita dan pria penyuka sesama jenis.

Baca juga: Salah Pakai Kondom Bisa Sebabkan Kehamilan, Ini 5 Tandanya

"Kami ingin memastikan bahwa itu tidak hanya tidak bermoral, tetapi juga ilegal," ujarnya yang merupakan inisiator undang-undang tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban dapat menuntut ganti rugi dari orang yang melanggar namun tidak bisa mengajukan tuntutan pidana. Namun hukum perdata memberikan keuntungan karena beban pembuktiannya lebih rendah dan korban bisa mengajukan tuntutan tanpa persetujuan jaksa.

Garcia berpendapat aturan jelas soal stealthing akan menghilangkan ambiguitas yang selama ini kerap menyulitkan para penyintas mendapatan keadilan atas kasusnya. Kebanyakan kasus sulit diproses karena kesalahan terjadi setelah kedua pihak menyetujui interaksi seksual yang terjadi.

Selama ini, praktik melepaskan kondom secara diam-diam banyak terjadi di masyarakat AS. Tindakan ini berisiko menyebabkan kehamilan dan Penyakit Menular Seksual (PMS) yang cenderung merugikan pihak perempuan.

Makalah tahun 2019 yang diterbitkan di National Library of Medicine menyebutkan, sebanyak 12 persen wanita berusia 21-30 tahun pernah menjadi korban stealthing.

Penelitian tahun yang sama di  Monash University, Australia menemukan satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria gay telah menjadi sasaran praktik tersebut. Sedangkan riset lainnya menyatakan, hampir 10 persen pria mengaku melepaskan kondom saat berhubungan seks tanpa persetujuan.

Selain itu, banyak beredar informasi di media sosial yang mengajarkan pria untuk melepaskan kondomnya diam-diam tanpa disadari pasangannya. Hal ini berakar dari anggapan penggunaan kondom yang tidak nyaman dan salah persepsi bahwa kontrasepsi adalah bukan urusan pria.

Baca juga: Pentingnya Kontrasepsi Pria untuk Cegah Kehamilan Tidak Diinginkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.