Kompas.com - 13/10/2021, 10:27 WIB
Tas mewah merek Chanel ditunjukkan sebagai barang bukti kepada kepada wartawan saat penyampaian keterangan terkait kasus kasus dugaan suap perizinan budidaya lobster tahun 2020 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh tersangka yang salah satunya Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo. HERU SRI KUMOROTas mewah merek Chanel ditunjukkan sebagai barang bukti kepada kepada wartawan saat penyampaian keterangan terkait kasus kasus dugaan suap perizinan budidaya lobster tahun 2020 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh tersangka yang salah satunya Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Penjualan kembali (reselling) saat ini sedang menjadi komponen besar pasar barang mewah.

Karena itu, beberapa merek barang mewah mencari berbagai cara untuk membatasi jumlah pembelian guna meningkatkan eksklusivitas produk.

Seperti merek mewah asal Prancis, Chanel, baru-baru ini juga melakukan tindakan tertentu untuk menjaga produknya tetap eksklusif.

Mulai bulan ini, Chanel secara resmi mengubah kebijakan penjualannya untuk tas paling populernya, yakni "Classic Flap Bag dan "Coco Handle".

Jadi, setiap pelanggan hanya akan diizinkan untuk membeli satu dari masing-masing tas per tahun.

Kebijakan baru tersebut juga diberlakukan untuk produk barang kulit kecil, yang membatasi konsumen untuk membeli tidak lebih dari dua produk yang sama per tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perseteruan Chanel dengan Platform Barang Preloved

Meskipun Chanel telah menaikkan harga produk paling populernya tiga kali tahun ini, tas tangannya (handbag) masih menjadi komoditas laris di kalangan pembeli merek fesyen mewah.

Bahkan, banyak konsumen di seluruh dunia mengantri pada dini hari dan memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelian.

Selama bertahun-tahun, merek-merek mewah telah membatasi jumlah tas tangan yang dapat dibeli pelanggan sebagai tanggapan atas jumlah pengecer yang membeli stok.

Selain Chanel, Hermes juga mulai membatasi jumlah tas yang dapat dibeli konsumen, dengan hanya satu orang saja yang dapat membeli desain yang sama dua kali dalam setahun.

Baca juga: Setelah 7 Tahun, Chanel Rilis Koleksi Tas Terbaru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Hypebeast
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.