Kompas.com - 15/10/2021, 18:07 WIB
Presiden Joko Widodo menyapa warga Kota Blitar pada kegiatan vaksinasi massal di area parkir PIPP, Kota Blitar, Selasa (7/9/2021) Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo menyapa warga Kota Blitar pada kegiatan vaksinasi massal di area parkir PIPP, Kota Blitar, Selasa (7/9/2021)

KOMPAS.com - Meski kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren melandai, namun cakupan vaksinasi belum maksimal. Saat ini sudah ada 104,8 juta penduduk yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 60,7 juta penduduk yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 181,5 juta orang pada akhir Januari 2022. Namun target ini memiliki tantangan yang besar.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr.Rini Sekartini Sp.A(K), menyebutkan saat ini cakupan imunisasi, terutama di Jakarta sudah di atas 80 persen.

Pada kelompok dewasa bahkan sudah di atas 100 persen, dengan rincian vaksin pertama di atas 90 persen, dan vaksin kedua sudah di atas 80 persen.

"Tetapi sayangnya penduduk Jakarta bukan Jakarta saja. Kota di sekitar Jakarta yang keluar masuk Jakarta setiap hari bisa menjadi ancaman. Di Depok cakupannya masih rendah belum sampai 60 persen," kata Rini dalam acara #GoodTalkSeries IG Live kolaborasi Good Doctor dengan Sentra Vaksinasi Serviam, (14/10/2021).

Baca juga: UPDATE 15 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,48 Persen

Ditambahkan oleh dr.Jeffri Aloys Gunawan Sp.PD, saat ini ada beberapa perubahan aturan vaksinasi Covid-19. Misalnya untuk penyintas sekarang bisa divaksin satu bulan setelah sembuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Syaratnya, penyintas dengan gejala ringan-sedang, bisa divaksin satu bulan setelah dinyatakan sembuh. Bagi yang mengalami gejala berat, harus menunggu tiga bulan dengan catatan harus bebas dari long-covid dan kondisi sudah stabil tanpa gejala sisa," kata Jeff dalam acara yang sama.

Ia mengatakan, perubahan seputar penyakit infeksi Covid-19 memang sangat dinamis dan terus diperbarui sesuai kajian ilmiah terbaru.

Jeff juga mengingatkan pentingnya mendapatkan vaksinasi secara penuh atau dua dosis, termasuk pada mereka yang tertular Covid-19 setelah mendapat vaksin dosis pertama.

“Jangan menganggap tidak perlu dosis kedua karena sudah dapat ‘vaksin dosis kedua’ saat terkena Covid-19. Ada studi yang menunjukkan bahwa kekebalan yang muncul dari infeksi alami, tidak sama dengan yang muncul dari vaksinasi," ujarnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.