Kompas.com - 17/10/2021, 10:17 WIB
Steven, pelanggan pertama yang membeli sepatu Adidas EQT 93/Berlin di toko sepatu Overkill di Berlin, Jerman, Selasa (16/1/2018) waktu setempat. Keistimewaan sepatu yang hanya dijual sebanyak 500 pasang ini adalah di bagian 'lidah'-nya tersemat tiket terusan untuk bebas menggunakan seluruh moda transportasi massal yang ada di kota itu selama setahun. AFP PHOTO/ODD ANDERSENSteven, pelanggan pertama yang membeli sepatu Adidas EQT 93/Berlin di toko sepatu Overkill di Berlin, Jerman, Selasa (16/1/2018) waktu setempat. Keistimewaan sepatu yang hanya dijual sebanyak 500 pasang ini adalah di bagian 'lidah'-nya tersemat tiket terusan untuk bebas menggunakan seluruh moda transportasi massal yang ada di kota itu selama setahun.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sepanjang satu tahun terakhir, terdapat peningkatan pada harga jual sepatu kets atau sneaker.

Fakta itu terungkap dari data baru yang didapat Biro Statistik Tenaga Kerja AS (US Bureau of Labor Statistics).

Dalam laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS tersebut, tercatat indeks harga konsumen naik 5,4 persen pada bulan September jika dibandingkan tahun lalu.

Harga sepatu meningkat sebesar 6,5 persen. Secara khusus, harga sepatu pria naik 5,5 persen dan harga sepatu wanita sebesar 4,9 persen.

Harga sepatu anak-anak, di sisi lain, menunjukkan peningkatan sebesar 11,9 persen.

Selama beberapa bulan terakhir, harga alas kaki meningkat drastis, dari 4,6 persen di bulan Juli menjadi 5,1 persen pada Agustus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Footwear Distributors and Retailers of America (FDRA) menjelaskan, harga alas kaki mengalami lonjakan tercepat dalam 20 tahun terakhir, dengan kenaikan sebesar 3,2 persen di tahun ini.

Berdasarkan laporan bulanan FDRA, pemicu kenaikan harga alas kaki adalah biaya dan cukai impor yang lebih tinggi, serta upah yang lebih tinggi bagi pekerja ritel.

Biaya impor alas kaki meningkat sebesar 146,3 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) pada bulan Agustus, dan cukai masuk juga meningkat menjadi 320,6 juta dollar AS atau setara Rp 4,5 triliun.

Sementara itu, seperti dilaporkan Footwear News, kekurangan tenaga kerja menyebabkan pengecer meningkatkan upah karyawan.

Halaman:


Sumber Hypebeast
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.