Kompas.com - 18/10/2021, 12:26 WIB

KOMPAS.com - Pada situasi mendesak, sebagian orang mencari cara menahan BAB atau buang air besar yang dapat dilakukan.

Menahan BAB tidak berbahaya jika dilakukan sesekali atau ketika mendesak saja. Misalnya, ketika berada di perjalanan, jelang presentasi atau momen penting lainnya.

Namun, menahan BAB yang dijadikan kebiasaan dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut Verywell Health, bahaya kesehatan di balik menahan BAB mungkin lebih jarang terjadi pada orang dewasa, namun sering terjadi pada anak-anak, terutama balita.

Usia anak yang cenderung menahan BAB adalah dua hingga enam tahun. Anak-anak menahan BAB karena berbagai alasan, salah satunya adalah tidak ingin berhenti main untuk BAB. Ini juga banyak dilakukan ketika mereka ingin buang air kecil, yang pada akhirnya menyebabkan anak mengompol.

Nyeri saat BAB juga bisa membuat anak menahan BAB karena takut mengulangi rasa sakitnya.

Baca juga: 5 Cara untuk Cegah Sembelit yang Baik Dicoba

Cara menahan BAB

Pada situasi mendesak, kita mungkin berjuang mencari cara menahan BAB. Salah satu cara menahan BAB yang populer adalah menahan otot-otot anus.SHUTTERSTOCK/ TUTATAMAFILM Pada situasi mendesak, kita mungkin berjuang mencari cara menahan BAB. Salah satu cara menahan BAB yang populer adalah menahan otot-otot anus.
Pada situasi mendesak, kita mungkin berjuang mencari cara menahan BAB. Salah satu cara menahan BAB yang populer adalah menahan otot-otot anus.

Berikut beberapa cara menahan BAB yang bisa dipraktikkan:

1. Mengontraksikan otot di anus

Menurut Medical News Today, mengontraksikan otot-otot tertentu di anus dapat menjadi salah satu cara menahan BAB atau pelepasan tinja, sementara mengendurkannya akan memfasilitasi pergerakan usus.

Untuk mengontraksikan otot-otot tersebut, kita perlu meremas bokong erat-erat dari dalam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.