Kompas.com - 18/10/2021, 16:01 WIB

KOMPAS.com - Setiap orang memiliki gaya tidur favorit seperti telentang, telungkup, atau pun menyamping.

Posisi ini sangat penting karena bisa menentukan kualitas istirahat yang didapatkan ketika tertidur lelap.

Tak jarang, seseorang kesulitan tidur karena posisinya tidak mengenakkan atau sesuai dengan seleranya.

Namun, posisi tidur seseorang rupanya memiliki dampak besar dan seringkali tidak disadari.

Baca juga: 8 Manfaat Sehat dari Tidur Telentang, Sudah Tahu?

Salah satunya, kecenderungan gaya tidur yang kita aplikasikan selama bertahun-tahun bisa memberikan dampak pada kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Demikian pula dengan posisi tidur telentang yang cenderung jarang dilakukan banyak orang dewasa.

Manfaat kesehatan tidur telentang

Gaya tidur telentang memang relatif jarang dilakukan oleh orang dewasa. Umumnya lebih menyukai tidur dalam posisi menyamping atau tengkurap. 

Meski begitu, kecenderungan ini bukan berarti kita tidak boleh berganti gaya sesekali.

Terlebih lagi, ada sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh maupun kulit apabila kita sering tidur dalam posisi telentang.

  • Mengurangi sakit punggung dan leher

Tidur telentang memiliki posisi yang serupa ketika kita berdiri tegak, sehingga efektif mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Posisi ini berdampak positif untuk mencegah sakit punggung maupu leher akibat posisi tubuh yang tidak ideal.

Khususnya jika kita menggunakan bantal yang nyaman, sekaligus tepat dalam mempertahankan lekukan alami tulang belakang.

Sebuah studi tahun 2017 menyebutkan, tidur telentang dengan kedua tangan di samping atau di dada adalah cara terbaik untuk mencegah sakit punggung dan leher.

Sementara itu, tidur tengkurap dengan kepala ke satu sisi sama dapat memperburuk sakit pinggang dan leher.

Gaya ini sama dengan mutar kepala ke satu arah selama berjam-jam sambil duduk atau berdiri sehingga menekan tulang belakang.

  • Saluran pernapasan lebih lancar

Tidur dalam posisi telungkup atau menyamping akan mempersempit ruang pernapasan.

Gaya ini menekan diafragma, otot yang bekerja untuk pernapasan, sehingga bernapas terasa lebih sesak dan sulit.

Baca juga: Demi Kesehatan, Hindari Tidur dengan Posisi Telentang

Sejumlah penelitian membuktikan, kerja diafragma yang lebih baik ketika tidur telentang dapat menurunkan stres, meningkatkan suasana hati, dan konsentrasi ketika bangun.

  • Mencegah breakout

Pemilik kulit sensitif yang rentan mengalami breakout sebaiknya tidur dalam posisi telentang.

Gaya tidur telungkup atau menyamping membuat wajah bersentuhan dengan sarung bantal, seprai maupun hal lainnya yang mungkin mengandung kotoran maupun minyak.

Sarung bantal mampu menyerap sebum dari kulit dan rambut serta sisa produk sehingga mudah ditransfer ke wajah saat tidur.

Hal ini dapat memicu sejumlah masalah kulit wajah seperti komedo hitam, komedo putih, jerawat, kemerahan dan iritasi.

  • Mencegah kerutan dan garis halus penuaan dini

Kebiasaan tidur telentang juga bermanfaat untuk mencegah penuaan dini.

Pasalnya, posisi tidur ini membantu menghindari kontak tatap muka dengan bantal dan menjaga leher tetap lurus, mencegah perkembangan dini atau pendalaman kerutan dan garis.

Selain itu, produk skincare yang kita gunakan sebelum tidur juga akan tetap bertahan di wajah dan bukannya ditransfer ke sarung bantal.

Di sisi lain, tidur tengkurap membuat wajah cenderung tertarik, terlipat dan mengiritasi kulit yang memicu kerutan.

Gesekan dengan sarung bantal juga bisa menimbulkan kerutan dan garis di wajah maupun leher.

  • Mengurangi risiko wajah membengkak

Banyak orang bangun tidur dengan kondisi wajah yang terlihat membengkak dan tentunya menganggu penampilan.

Hal ini biasanya dialami oleh orang yang punya kebiasaan tidur tengkurap dan membuat cairan tubuhnya menumpuk di wajah.

Baca juga: Tidur Telentang Baik untuk Kecantikan Payudara

Posisi itu membuat terjadinya penumpukan cairan di area sekitar mata dan wajah sehingga menyebabkan pembengkakan.

Sebaliknya, tidur terlentang dapat mencegah penumpukan tersebut sehingga menekan risiko terjadinya pembengkakan.

Pastikan untuk mengangkat kepala sedikit untuk membantu mengontrol aliran cairan tubuh ketika tidur.

Dengan cara ini, kita bisa bangun di pagi hari dengan terlihat segar dan bukannya malah seperti habis menangis semalaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.