Kompas.com - 21/10/2021, 12:47 WIB

KOMPAS.com – Halloween yang biasa dirayakan pada 31 Oktober memiliki berbagai tradisi unik, mulai dari trick-or-treat, mengenakan kostum hantu atau mahluk menyeramkan, hingga jack-o-lantern alias labu yang diukir.

Biasanya labu tersebut diukur menggunakan ukiran stensil untuk membuat wajah dan dinyalakan dengan lilin. Jack-o-lantern juga tak pernah absen menjadi bagian dari dekorasi perayaan Halloween.

Jika ditelusuri, ternyata penggunaan Jack-o-lantern sebagai dekorasi Halloween sudah berlangsung lama.

Menurut Cerridwen Fallingstar, penulis buku Broth from the Cauldron: A Wisdom Journey through Everyday Magic, dalam semua tradisi pagan kuno di seluruh dunia, orang mati dan leluhur mereka sangat dihormati.

Nah, di negara-negara Celtic, terutama Skotlandia dan Irlandia, orang-orang akan mengubur orang mati, di kemudian hari menggali tengkoraknya, lalu meletakkannya di rak di dalam sebuah barrow, atau gundukan pemakaman.

Baca juga: Mengenal Sejarah Halloween yang Dirayakan Tiap 31 Oktober

“Pada Samhain, hari kematian yang sekarang kita sebut Halloween, orang-orang akan memasuki gundukan itu dan menyalakan lilin di dalam satu atau lebih tengkorak yang ada di sana. Bahkan, para selebran akan berbicara dengan leluhur mereka menggunakan tengkorak itu,” ujar Fallingstar.

Mengingatkan kita dengan jack-o-lantern dan lilin di dalamnya kan?

Tak hanya itu, sejarah Halloween yang berasal dari festival Samhain pun memiliki beberapa tradisi yang makin menguatkan jack-o-lantern sebagai salah satu symbol Halloween.

Fallingstar mengatakan, walau banyak orang berharap bisa melakukan kontak dengan arwah orang yang mereka cintai, tetapi mereka tetap takut terhadap arwah jahat yang berkeliaran dan mencari perlindungan.

“Para selebran menjauh dari tengkorak asli dan mengukir 'tengkorak' dari lobak besar dan menyalakan lilin di dalamnya untuk menakut-nakuti makhluk gaib yang mereka takuti,” ujar Fallingstar.

Baca juga: 8 Ide Kostum Halloween Khas Drakor Favorit, Mau Tiru?

Ilustrasi HalloweenShutterstock Ilustrasi Halloween

Stingy Jack, asal-usul “Jack” dalam jack-o-lantern

Masih ada lagi mitos yang berhubungan dengan jack-o-lantern. Kali ini, berhubungan dengan asal-usul namanya yang dibawa oleh imigran asal Irlandia ke negara lain, seperti Amerika Serikat.

Menurut Fallingstar, ada sebuah mitos Irlandia yang disebut mitos Stingy Jack.

Stingy Jack adalah cerita rakyat yang mengisahkan seorang pria licik bernama Jack. Alkisah, pada suatu malam, Jack bertemu dengan iblis dan keduanya minum-minum bersama.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Bertema Halloween

Jack adalah orang yang termasuk pelit. Ia pun meyakinkan setan untuk berubah menjadi koin yang bisa digunakan untuk membayar minuman mereka.

Segera setelah ia melakukannya, Jack memasukkan koin itu ke dalam sakunya di sebelah salib perak, membuat setan tidak dapat berubah kembali ke bentuk aslinya, dan Jack menahannya seperti itu sampai setan setuju untuk tidak mengambil jiwanya. 

Namun tak lama setelah pertemuannya dengan setan itu, Jack meninggal. Tapi menurut legenda, Tuhan tidak mau menerima Jack di Surga dan mengirimnya untuk mengunjungi iblis di neraka.

Tapi, iblis pun menepati janjinya. Ia juga tidak akan membiarkan Jack masuk neraka, dan akhirnya mengirim Jack untuk menjelajahi dunia selama-lamanya di tengah malam yang gelap, dengan hanya batu bara untuk menerangi jalannya.

Sejak saat itu, Jack pun menyalakan batu bara, memasukkannya ke dalam lobak yang dilubangi, dan melayang ke seluruh penjuru dunia untuk menakut-nakuti anak-anak.

Penduduk kota yang melihatnya mulai menyebut sosok ini sebagai "Jack of the lantern" lalu "Jack o' lantern."

Dan seperti orang-orang pagan kuno, penganut mitos ini mulai mengukir lentera mereka sendiri dari lobak, bit, kentang, dan akhirnya labu dengan harapan dapat mengusir hantu, yang terbawa hingga saat ini.

Baca juga: 3 Referensi Kostum Halloween Bertema Squid Game

Jack-o-lantern dari masa ke masa

Jika awalnya lobak, mengapa sekarang labu yang dipakai? Ternyata labu adalah khas Amerika.

“Ketika orang Eropa datang ke Amerika, mereka menemukan labu, tanaman asli Amerika yang selain enak, mereka akui akan membuat jack-o-lantern yang luar biasa,” katanya.

“Meskipun labu tidak seputih tengkorak seperti lobak, mereka besar dan mudah diukir dan memancarkan cahaya keemasan yang baik,” tambahnya.

Dan seiring berjalannya waktu, sejarah seram di balik jack-o-lantern pun hilang, dan mengukir labu kini identik dengan rasa kekeluargaan dan keceriaan.

Jack-o-lantern dalam budaya lain

Ternyata, tidak hanya di Irlandia, menyalakan lilin untuk memberi isyarat kepada orang mati dan memanggil mereka untuk kembal dalam satu malam saja ini juga ditemukan di budaya Dia de Muertos Meksiko.

Sementara itu di Jepang ada tradisi menyalakan lentera kertas empat sisi di atas rakit kayu kecil dan mengirimnya ke sungai untuk membimbing roh orang tercinta mereka kembali ke alam lain.

Baca juga: Busana Met Gala Kim Kardashian Disulap jadi Kostum Halloween

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.