Kompas.com - 21/10/2021, 14:01 WIB

Namun, berat badan bukan satu-satunya faktor risiko asam urat.

Creaky Joints menuliskan, faktor risiko asam urat lainnya termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Faktor genetik juga memiliki peran besar terhadap pengembangan penyakit asam urat.

Faktanya, faktor genetik mungkin lebih signifikan memengaruhi risiko penyakit asam urat seseorang daripada berat badan.

Baca juga: Tanda Obesitas pada Dewasa dan Anak yang Tak Boleh Diabaikan

2. Asam urat lebih rentan dialami pria

Faktanya, baik pria maupun wanita bisa mengembangkan penyakit asam urat. Meskipun, pria memng lebih rentan mengalaminya di usia yang lebih muda.

Profesor klinis kedokteran dari Pusat Medis Universitas George Washington, Herbert Baraf, MD menjelaskan kepada AARP, asam urat 10 kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, hingga wanita mencapai menopause.

Insiden kasus baru asam urat pada pria dan wanita cenderung sama setelah usia 60 tahun atau lebih.

Baca juga: 15 Gangguan Kesehatan di Usia 40 Tahun yang Perlu Diwaspadai

3. Nyeri asam urat hanya menyerang sendi jempol kaki

Mitos penyakit asam urat: asam urat hanya terjadi pada sendi kaki. Asam urat memang sering menyerang sendi jempol kaki terlebih dahulu, namun asam urat juga bisa terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, kaki, dan tangan.FREEPIK/JCOMP Mitos penyakit asam urat: asam urat hanya terjadi pada sendi kaki. Asam urat memang sering menyerang sendi jempol kaki terlebih dahulu, namun asam urat juga bisa terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, kaki, dan tangan.
Faktanya, penyakit asam urat terjadi ketika asam urat menumpuk di dalam darah, membentuk kristal yang bersarang di sendi dan menimbulkan peradangan.

Asam urat memang sering menyerang sendi jempol kaki terlebih dahulu, namun asam urat juga bisa terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, kaki, dan tangan.

Pada wanita dengan osteoarthritis, misalnya, nyeri asam urat biasanya dimulai pada sendi kecil tangan.

Meskipun serangan awal sering kali hanya menyerang satu atau dua sendi, seiring waktu beberapa sendi juga menjadi terpengaruh.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.