Kompas.com - 21/10/2021, 14:01 WIB

8. Asam urat terjadi akibat pola makan buruk

Pola makan memang berperan terhadap kejadian asam urat, namun bukan satu-satunya faktor.

Seseorang akan lebih mungkin terkena asam urat jika memiliki kadar asam urat tinggi dalam tubuh dan kecintaan kita pada makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan risikonya.

Daging organ, seperti hati, dan minuman beralkohol, terutama bir, adalah makanan dan minuman tinggi purin, bahan kimia yang dapat meningkatkan asam urat dalam tubuh.

Daging merah, kerang, makanan laut tertentu, seperti ikan teri dan sarden, dan minuman tinggi fruktosa memiliki efek yang sama.

Namun, pola makan saja tidak memicu asam urat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asam urat lebih dipengaruhi oleh genetik dan riwayat keluarga daripada pola makan.

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal BMJ menemukan bahwa pengaruh dari pola makan terhadap kadar urat dalam darah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan varian genetik yang diturunkan.

Namun, pada orang yang secara genetik berisiko mengalami asam urat, mengonsunsi banyak makanan tinggi purin memang bisa memicu serangan asam urat. Bagi mereka, mengurangi asupan makanan tinggi purin dapat membantu mengelola asam urat secara keseluruhan.

Tapi, kebanyakan penderita asam urat perlu minum obat untuk menurunkan kadar asam urat mereka dan perubahan pola makan saja tidak akan membantu membantu mereka ke tingkat asam urat yang sehat.

Tidak ada penyebab tunggal asam urat. Beberapa faktor yang memengaruhi risikonya termasuk gen, riwayat keluarga, berat badan, riwayat kesehatan, obat-obatan, dan lainnya.

Baca juga: 3 Cara Menerapkan Defisit Kalori untuk Menurunkan Berat Badan

9. Penderita asam urat dilarang makan daging

Mitos penyakit asam urat: penderita tak boleh makan daging. Padahal, mengonsumsinya dalam jumlah moderat masih diperbolehkan.Unsplash/Pk-obrAaJAFXuw Mitos penyakit asam urat: penderita tak boleh makan daging. Padahal, mengonsumsinya dalam jumlah moderat masih diperbolehkan.
Faktanya, penderita asam urat boleh mengonsumsi daging dan makanan tinggi purin lainnya, namun dalam jumlah moderat.

Mengurangi konsumsi makanan tinggi purin dapat membantu mengelola asam urat dan mengurangi gejala selama serangan asam urat. Namun, penderita asam urat tak harus sepenuhnya menyingkirkan daging merah atau makanan tinggi purin lainnya. Cukup batasi asupannya.

Jika khawatir mengalami serangan asam urat, buatlah buku harian makanan dan tulis jika muncul gejala untuk membantu mengidentifikasi pemicunya.

Dengan begitu, ketika menderita asam urat, kita akan tahu makanan mana yang harus dikurangi atau dihindari sampai gejalanya membaik.

Baca juga: 4 Hal yang Terjadi pada Tubuh Ketika Makan Kebanyakan Daging

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.