Kompas.com - 21/10/2021, 21:12 WIB
Salah satu jenis disfungsi seksual pada perempuan adalah Hipoactive Sexual Disorder aatau berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual. PEXELS/COTTONBROSalah satu jenis disfungsi seksual pada perempuan adalah Hipoactive Sexual Disorder aatau berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual.

1. Rendahnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual

Hipoactive Sexual Disorder adalah berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual.

Disfungsi seksual wanita ini biasanya disebabkan karena masalah psikologis, seperti pernah mengalami trauma seksual, atau kondisi fisiologi, seperti berkurangnya hormon tertentu pada kondisi mendekati menopause.

Baca juga: 5 Cara Bangkitkan Gairah Istri yang Enggan Bercinta

2. Gangguan pada fase rangsangan

Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah disfungsi seksual pada wanita berupa ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.PEXELS/MATHILDE LANGEVIN Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah disfungsi seksual pada wanita berupa ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.
Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.

Disfungsi seksual wanita ini biasanya ditandai dengan kurangnya lubrikasi pada fase arousal, berkurangnya sensasi pada area klitoris dan kemaluan, serta kurangnya relaksasi otot-otot vagina.

Pada kondisi ini, terjadi penurunan aliran darah ke vagina yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit, gangguan kolesterol, dan darah tinggi. Konsumsi obat juga bisa menjadi penyebabnya.

Karena terjadi akibat penurunan aliran darah ke vagina, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai tanda awal dari kelainan lain.

Misalnya, adanya gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan individu mengalami gangguan pada fase rangsangan.

Baca juga: 5 Alasan Umum Mengapa Wanita Tidak Menikmati Hubungan Intim

3. Gangguan pada fase orgasme

Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah disfungsi seksual pada wanita berupa kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup.UNSPLASH/ROMINA FARIAS Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah disfungsi seksual pada wanita berupa kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup.
Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup. Ini menjadi salah satu disfungsi seksual wanita jika muncul berulang kali atau terus-menerus.

Gangguan pada fase orgasme terbagi menjadi dua, yakni yang bersifat primer dan sekunder.

Gangguan fase orgasme primer adalah ketika seorang wanita tidak pernah mengalami orgasme sama sekali. Ini pada umumnya disebabkan oleh psikologis atau fisiologis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.