Kompas.com - 23/10/2021, 21:20 WIB

Di tanah air, salah satu pasangan selebritas yang enggan mengunggh foto wajah anak adalah Hamish Daud dan Raisa.

Keluarga kerajaan biasanya mengeluarkan potret baru anak-anak pada hari ulang tahun mereka, tetapi Harry dan Meghan —yang sudah mundur dari keanggotaan bangsawan senior, mulai mengaburkan foto-foto anak mereka di media sosial.

Sementara, Bell dan Shepard menempatkan emoji atau stiker digital di wajah anak-anak mereka jika mengunggah foto keluarga secara online dan Kaling biasanya mengunggah foto putrinya menghadap jauh dari kamera.

Menurut konsultan komunikasi krisis, Holly Baird, saat ini, semua orang dapat mencari kita di Google dan mendapatkan informasi pribadi. Pada titik tertentu, kita ingin melindungi privasi diri kira dan keluarga kita.

"Semakin banyak selebritas yang bersatu dan melawan paparazzi atau siapa pun yang mencoba mendapatkan gambaran tentang kehidupan pribadi mereka dan anak-anak mereka. Saya mendukungnya," kata dia.

Menjadi seorang selebritas memang berisiko untuk terus dilihat oleh mata publik. Tetapi, mereka setidaknya memiliki semacam perisai anonimitas dan rasa hidup yang normal untuk membesarkan anak-anak dalam privasi.

Baca juga: Cerita Blake Lively, Sempat Hilang Pede Usai Melahirkan

Bahaya mengunggah foto anak

Masalah anonimitas ini tidak terbatas hanya pada anak-anak selebritas, meskipun perhatian yang meningkat tentu akan lebih buruk pada mereka.

Seorang direktur dan profesor hukum di University of Florida's Levin College of Law, Stacey Steinberg, mengungkapkan bahwa orangtua yang terkenal mungkin lebih peduli tentang potensi masalah keamanan ketika memberikan akses foto dan informasi tentang anak-anak mereka ke masyarakat umum.

Namun, masalah pencurian identitas, pengumpulan data, dan potensi unggahan mereka dijadikan bahan intimidasi adalah hal-hal yang juga harus dipertimbangkan semua orangtua.

"Orangtua yang cenderung berbagi terlalu banyak tentang anak-anak mereka biasanya kurang memahami pentingnya jejak digital," terangnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.