Kompas.com - 23/10/2021, 21:20 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah selebritas Hollywood secara terang-terangan melayangkan permohonan kepada para paparazzi, media, maupun penggemar untuk tidak membagikan foto-foto anak mereka.

Model Gigi Hadid salah satunya. Gigi benar-benar menjaga privasi foto buah hatinya bersama Zayn Malik, Kai, yang kini tengah berusia 10 bulan.

"Kalian tahu kami tidak pernah dengan sengaja membagikan wajah putri kami di media sosial," tulis Hadid pada 5 Juli di Instagram Story miliknya.

"Harapan kami dia dapat memilih bagaimana dia berbagi tentang dirinya dengan dunia ketika dewasa dan bisa hidup senormal mungkin dari masa kanak-kanak, tanpa mengkhawatirkan citra publik yang belum dia pilih," sambungnya.

Belum lama ini, aktris Blake Lively juga terlihat kesal pada akun Instagram yang mengunggah foto paparazzi dirinya dan suaminya Ryan Reynolds saat berjalan dengan ketiga putri mereka pada hari Kamis.

"Ini sangat mengganggu. Saya secara pribadi telah mengatakan bahwa orang-orang ini menguntit dan melecehkan anak-anak saya," tulis Lively di kolom komentar sebuah unggahan yang kini sudah dihapus.

"Ini adalah bentuk eksploitasi anak-anak yang masih sangat kecil. Tolong. Hapus. Tolong," lanjutnya.

Baca juga: Begini Cara Gigi Hadid Rayakan Mothers Day Setelah Berstatus Ibu

Blake Lively tak suka foto paparazzi dirinya dan anak-anaknya diunggah ke dunia maya. Menurutnya, itu adalah bentuk eksploitasi anak.AFP/LOIC VENANCE Blake Lively tak suka foto paparazzi dirinya dan anak-anaknya diunggah ke dunia maya. Menurutnya, itu adalah bentuk eksploitasi anak.
Sebagai selebritas yang menjadi telah menjadi orangtua, mereka perlu mengambil keputusan besar ketika menyambut bayi di era media sosial.

Dua pilihan yang dihadapi adalah menjaga anonimitas anak-anak mereka yang masih kecil dan belum memutuskan kehidupan media sosial mereka, atau menyertakan mereka sebagaian bagian dari "brand" keluarga.

Figur publik lainnya seperti Pangeran Harry dan Duchess Meghan, Kristen Bell dan Dax Shepard, serta Mindy Kaling juga berusaha keras untuk menjauhkan anak-anak mereka dari mata publik.

Di tanah air, salah satu pasangan selebritas yang enggan mengunggh foto wajah anak adalah Hamish Daud dan Raisa.

Keluarga kerajaan biasanya mengeluarkan potret baru anak-anak pada hari ulang tahun mereka, tetapi Harry dan Meghan —yang sudah mundur dari keanggotaan bangsawan senior, mulai mengaburkan foto-foto anak mereka di media sosial.

Sementara, Bell dan Shepard menempatkan emoji atau stiker digital di wajah anak-anak mereka jika mengunggah foto keluarga secara online dan Kaling biasanya mengunggah foto putrinya menghadap jauh dari kamera.

Menurut konsultan komunikasi krisis, Holly Baird, saat ini, semua orang dapat mencari kita di Google dan mendapatkan informasi pribadi. Pada titik tertentu, kita ingin melindungi privasi diri kira dan keluarga kita.

"Semakin banyak selebritas yang bersatu dan melawan paparazzi atau siapa pun yang mencoba mendapatkan gambaran tentang kehidupan pribadi mereka dan anak-anak mereka. Saya mendukungnya," kata dia.

Menjadi seorang selebritas memang berisiko untuk terus dilihat oleh mata publik. Tetapi, mereka setidaknya memiliki semacam perisai anonimitas dan rasa hidup yang normal untuk membesarkan anak-anak dalam privasi.

Baca juga: Cerita Blake Lively, Sempat Hilang Pede Usai Melahirkan

Bahaya mengunggah foto anak

Masalah pencurian identitas, pengumpulan data, dan potensi unggahan mereka dijadikan bahan intimidasi adalah hal-hal yang juga harus dipertimbangkan semua orangtua, tak hanya selebritas.PEXELS/KETUT SUBIYANTO Masalah pencurian identitas, pengumpulan data, dan potensi unggahan mereka dijadikan bahan intimidasi adalah hal-hal yang juga harus dipertimbangkan semua orangtua, tak hanya selebritas.
Masalah anonimitas ini tidak terbatas hanya pada anak-anak selebritas, meskipun perhatian yang meningkat tentu akan lebih buruk pada mereka.

Seorang direktur dan profesor hukum di University of Florida's Levin College of Law, Stacey Steinberg, mengungkapkan bahwa orangtua yang terkenal mungkin lebih peduli tentang potensi masalah keamanan ketika memberikan akses foto dan informasi tentang anak-anak mereka ke masyarakat umum.

Namun, masalah pencurian identitas, pengumpulan data, dan potensi unggahan mereka dijadikan bahan intimidasi adalah hal-hal yang juga harus dipertimbangkan semua orangtua.

"Orangtua yang cenderung berbagi terlalu banyak tentang anak-anak mereka biasanya kurang memahami pentingnya jejak digital," terangnya.

"Atau, mereka telah memutuskan bahwa informasi yang mereka bagikan memiliki begitu banyak nilai bagi keluarga atau masyarakat sehingga layak untuk disebarkan."

Menurut Steinberg, orangtua adalah orang yang bertugas melindungi informasi pribadi anak dan orang yang berpotensi mendapat manfaat dari berbagi informasi.

"Bahaya datang ketika orang-orang, terutama selebritas atau orang-orang dengan banyak pengikut, menggunakan cerita anak-anak mereka untuk mencoba memonetisasi bisnis keluarga mereka sendiri," ungkapnya.

Baca juga: Seperti Raisa, Ini Alasan untuk Tak Tampilkan Wajah Anak di Medsos

Praktik keterlibatan keluarga yang aman di medsos

Raisa Andriana enggan menunjukkan wajah anaknya di media sosial karena masalah privasi.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Raisa Andriana enggan menunjukkan wajah anaknya di media sosial karena masalah privasi.
Pada akhirnya, para ahli mengatakan tidak ada pendekatan yang rigid tentang bagaimana orangtua harus membagikan kehidupan anak-anak mereka secara online.

Kuncinya adalah tetap terlibat dalam percakapan tentang apa yang terbaik untuk setiap keluarga.

Berikut ini terdapat beberapa tips dari Common Sense Media tentang cara terlibat dalam praktik keluarga online yang lebih aman:

  • Batasi siapa yang dapat melihat foto dengan menyesuaikan pengaturan privasi akun dan pertimbangkan untuk membatasi audiens ke grup yang lebih kecil seperti hanya anggota keluarga dan teman dekat.
  • Jangan membagikan informasi pribadi seperti alamat atau sekolah anak.
  • Pahami bahwa postingan internet bersifat selamanya. Jadi, setelah kita membagikan sesuatu secara online, pengguna lain dapat menyimpan, mengambil tangkapan layar, atau membagikannya.
  • Pertimbangkan jejak digital anak. Apakah menurut kita mereka akan senang ketika kita membagikan postingan itu di masa mendatang?

Steinberg menambahkan, mungkin ada banyak kisah atau cerita menarik yang bisa kita bagikan di media sosial mengenai anak-anak kita.

Namun, sebagai orangtua kita harus bisa melindungi anak-anak untuk dapat tumbuh dengan baik dan normal, serta mampu mengendalikan jejak digital demi keamanan mereka secara pribadi.

Baca juga: 5 Artis Indonesia yang Pilih Sembunyikan Wajah Anak dari Sorotan Publik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.