Kompas.com - 25/10/2021, 09:02 WIB

7. Lebih siap secara mental

Manfaat pemanasan sebelum olahraga tak terbatas hanya pada fisik, tapi juga psikologis seseorang.

Pemanasan adalah waktu yang baik untuk mempersiapkan mental sebelum berolahraga atau momen lainnya dengan menjernihkan pikiran, meningkatkan fokus, dan meninjau keterampilan dan strategi.

Citra positif yang didapat ketika melakukan pemanasan juga dapat membuat kita rileks serta membangun konsentrasi untuk kompetisi.

Baca juga: Manfaat Olahraga Bukan Hanya Penurunan Berat Badan

Tips melakukan pemanasan yang efektif

Untuk mendapatkan mnfaat pemanasan sebelum olahraga, penting untuk melakukannya baik dan benar.PEXELS/ANDREA PIACQUADIO Untuk mendapatkan mnfaat pemanasan sebelum olahraga, penting untuk melakukannya baik dan benar.
Berapa lama harus melakukan pemanasan bergantung dari intensitas dan durasi olahraga yang kita lakukan.

Para atlet profesional, misalnya, tentu memerlukan pemanasan yang lebih lama jika dibandingkan dengan orang-orang yang sekadar melakukan olahraga santai.

American Heart Association merekomendasikan pemanasan sebelim olahraga berlangsung selama 5-10 menit, tergantung dari intensitas olahraganya.

Berikut beberapa tips melakukan pemanasan sebelum olahraga yang efektif:

  • Memadukan pemanasan dengan gerakan olahraga. Jika olahraganya adalah jogging atau lari, jalan dengan kecepatan rendah terlebih dahulu bisa menjadi pemanasan sebelum olahraga. Poinnya adalah meningkatkan intensitasnya secara perlahan dari tingkat istirahat ke intensitas yang lebih tinggi. Sementara untuk olahraga yang tidak melibatkan banyak aktivitas aerobik seperti yoga atau pilates, gerakan sederhana seperti pelvic tilts, neck rolls, atau cat-cow bisa membantu meregangkan tulang belakang dan sendi sehingga lebih siap untuk gerakan yang lebih berat.
  • Menyelaraskan sistem kardiovaskulaar dengan fokus pemanasan pada kelompok otot besar, misalnya kaki.
  • Melakukan pemanasan hingga sedikit berkeringat, tapi tidak lelah.
  • Hindari peregangan statis. Pemanasan statis adalah ketika kita bertahan pada satu posisi dan tidak menggerakkan tubuh. Meregangkan otot "dingin" dengan cara ini malah dapat meningkatkan risiko cedera akibat tarikan dan robekan. Jadi, lakukan peregangan dinamis yang melibatkan gerakan terus menerus melalui berbagai gerakan. Beberapa contohnya termasuk membuat lingkaran lengan besar di kedua arah, menendang kaki ke depan, atau menyentuh jari kaki dan kemudian meraih langit. Kuncinya adalah tidak statis pada posisi apapun. Waktu terbaik untuk melakukan peregangan statis adalah setelah berolahraga ketika otot sudah hangat dan lentur.
  • Fokus. Ada banyak penelitian psikologi yang menemukan bahwa mmusatkan pikiran atau fokus dapat meningkatkan perfprma kita secara dramatis, sekalipun kita bukan seorang atlet yang sedang berkompetisi. Jadi, cobalah menutup mata dan jeda sejenak untuk mempersiapkan diri sebelum pemanasan, kemudian siap berolahraga dan melakukan pendinginan.

Baca juga: 6 Manfaat Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.