Kompas.com - 28/10/2021, 20:00 WIB

Fauziah kemudian menyebutkan beberapa penelitian yang mendukung hal tersebut.

Misalnya, penelitian yang dipublikasikan melalui American Journal of Respirarory and Critical Care Medicine pada 2010, yang menyebutkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat.

Sementara penelitian dari Yale School of Medicine di 2007 mengingatkan bahwa OSA daat meningkatkan risiko serangan jantung atau kematian sebesar 30 persen dalam periode waktu 4-5 tahun.

Sedangkan Journal of the American College of Cardiology di 2013 menemukan bahwa penderita OSA memiliki risiko tinggi mengalami kematian akibat komplikasi jantung. Penelitian ini menemukan bahwa OSA dapat meningkatkan kematian akibat serangan jantung.

"Jadi, (dampak kesehatannya) tidak sekarang. Tapi 4-5 tahun lagi bisa terjadi gangguan serangan jantung, stroke, atau bahkan impotensi. Jadi jangan main-main dengan OSA," tuturnya.

Baca juga: Jangan Sepelekan Bahaya Sleep Apnea pada Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.