Kompas.com - 29/10/2021, 16:45 WIB

KOMPAS.com – Mineral termasuk zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh. Walau dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi jika kekurangan maka tubuh tidak dapat berfungsi optmial.

Kalsium merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun tulang dan gigi yang kuat.

Tak hanya itu, kalsium juga diperlukan untuk mendukung fungsi jantung dan otot-otot tubuh lainnya. Karena itu, kekurangan kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis, osteopenia, dan hipokalsemia atau penyakit kekurangan kalsium.

Ada beberapa penyebab kekurangan kalsium, seperti bertambahnya usia, asupan kalsium yang tidak cukup untuk jangka waktu yang lama, terutama pada masa kanak-kanak, atau pengaruh beberapa obat-obatan yang menurunkan penyerapan kalsium.

Tak hanya itu, faktor genetik dan intoleransi pada makanan kaya kalsium juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan kalsium. Sementara pada wanita, perubahan hormonal bisa menjadi salah satu faktornya.

Baca juga: Cara Mudah Cukupi Kebutuhan Kalsium Tubuh

Karena itulah, wanita, terutama wanita paruh baya yang mendekati menopause, perlu meningkatkan asupan kalsium mereka lebih baik lagi jika dibanding para pria.

Pasalnya, penurunan hormon estrogen saat menopause akan menyebabkan tulang wanita lebih cepat menipis. Jadi, meningkatkan asupan kalsium penting untuk mengurangi risiko osteoporosis dan kekurangan kalsium.

Selain itu, hipoparatiroidisme atau gangguan hormon di mana seseorang tidak menghasilkan hormone paratiroid yang cukup juga dapat menyebabkan penyakit kekurangan kalsium.Sebab, paratiroid dapat mengontrol kadar kalsium dalam tubuh.

Terakhir, malnutrisi atau tidak mendapatkan cukup nutrisi dan malabsorpsi (saat tubuh tidak dapat menyerap vitamin dan mineral) juga dapat menyebabkan hipokalsemia.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Resmikan Gerakan Nasional Lawan Osteoporosis

Gejala umum hipokalsemia

Masalah otot

Orang yang kekurangan kalsium mungkin mengalami nyeri otot, kram dan kejang atau menderita nyeri di paha dan lengan saat berjalan atau bergerak.

Terkadang muncul gejala mati rasa dan kesemutan di tangan, lengan, kaki, tungkai dan sekitar mulut juga bisa terjadi. Biasanya, sensasi ini tidak dapat hilang hanya dengan melakukan aktivitas saja.

Di sisi yang lebih ekstrem, sensasi masalah otot yang lebih parah dapat menyebabkan aritmia, dan kematian.

Kelelahan ekstrem

Kadar kalsium yang rendah juga dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan membuat kita merasa lesu sepanjang waktu. Hal ini juga dapat menyebabkan insomnia.

Tak hanya itu, kelelahan karena kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan pusing dan kabut otak yang dapat menyebabkan kurangnya fokus, mudah lupa, dan kebingungan.

Baca juga: Waspada, Tanda-tanda Sindrom Kelelahan Kronis

Masalah kuku dan kulit

Kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat menyebabkan kulit kering, kuku kering dan rapuh, rambut kasar, eksim, radang kulit, serta gatal-gatal pada kulit dan psoriasis.

Osteopenia dan osteoporosis

Tulang membutuhkan kadar kalsium yang tinggi agar tetap utuh. Karena itu, ketika kadar kalsium rendah, tubuh dapat mengalihkan kalsium dari tulang sehingga membuatnya rapuh dan rentan terhadap cedera.

Terus kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteopenia, pengurangan kepadatan mineral dalam tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis, menyebabkan tulang menjadi tipis dan menjadi rentan terhadap patah tulang.

Baca juga: Efek Samping Konsumsi Suplemen Kalsium bagi Orang di Atas 50 Tahun

PMS dengan gejala parah

Bagi wanita, rendahnya kadar kalsium sangat erat kaitannya dengan sindrom pramenstruasi (PMS) yang parah. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2017, suasana hati para partisipan meningkat, sementara retensi cairan mereka menurun setelah mengonsumsi 500 miligram kalsium setiap hari selama 2 bulan.

Lalu pada tahun 2019, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa kadar vitamin D dan kalsium yang rendah selama paruh kedua siklus menstruasi dapat mempengaruhi gejala PMS.

Masalah gigi

Ketika tubuh memiliki kadar kalsium yang rendah, tubuh akan menariknya turun dari gigi. Hal ini dapat menyebabkan masalah gigi seperti kerusakan gigi, gigi rapuh, gusi teriritasi dan akar gigi yang lemah.

Depresi

Penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan kalsium dapat dikaitkan dengan gangguan mood, termasuk depresi. Kendati demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasilnya.

Baca juga: Ahli Nutrisi: Kandungan Kalsium Ikan Teri Lebih Tinggi daripada Susu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.