Kompas.com - 31/10/2021, 15:22 WIB

KOMPAS.com - Pasangan Gigi Hadid dan Zayn Malik putus setelah insiden antara ibu Gigi, Yolanda Hadid, dan Zayn. Perselisihan itu diduga berujung pada kekerasan fisik yang dilakukan Zayn.

Sejak sebelum insiden ini muncul ke permukaan, sejumlah sumber yang dekat dengan Zayn dan Gigi mengungkapkan bahwa keduanya sebetulnya menjalani hubungan yang tidak sehat atau kerap disebut toxic relationship.

"Mereka menjalani hubungan yang super toksik," kata teman Zayn, seperti dilansir People.

Sementara teman dekat Gigi mengatakan bahwa Zayn memiliki kepribadian yang rumit dan itu membuat posisi Gigi menjadi berat.

"Zayn punya kepribadiaj yang rumit. Selama ini Gigi melalui hari-hari yang berat dengan tinggal bersamanya," ucapnya.

Di sisi lain, Zayn dan Gigi sama-sama menjadi orangtua yang baik. Yolanda yang sangat melindungi Gigi menginginkan yang terbaik untuk putri dan cucunya.

"Dia (Yolanda) punya beberapa masalah dengan Zayn. Dia berpikir bisa merawat Gigi lebih baik dan itu menciptakan konflik antara dia dan Zayn," kata sumber.

Meski tidak bertengkar, namun sumber menganggap perpisahan adalah yang terbaik untuk pasangan yang berkencan sejak 2015 dan kerap putus-nyambung itu.

"Jauh lebih baik jika mereka berpisah. Gigi dan Zayn memiliki hubungan yang sangat destruktif ketika mereka bersama secara romantis," kata sumber kepada Us.

Baca juga: Kronologi Putusnya Zayn Malik dan Gigi Hadid, Akibat Konflik Ibu Mertua

Tanda toxic relationship

Tanda toxic relationship tak selalu bisa dikenali dengan jelas. Apalagi jika seseorang sangat mencintai pasangannya, tanda toxic reationship tersebut sering kali terabaikan.FREEPIK/YANALYA Tanda toxic relationship tak selalu bisa dikenali dengan jelas. Apalagi jika seseorang sangat mencintai pasangannya, tanda toxic reationship tersebut sering kali terabaikan.
Tanda toxic relationship tak selalu bisa dikenali dengan jelas. Apalagi jika seseorang sangat mencintai pasangannya, tanda toxic reationship tersebut sering kali terabaikan.

Secara umum, manajer senior program di Power to Decide, Mackenzie Piper, MPH, CHES menjelaskan kepada Cosmopolitan bahwa toxic relationship adalah kondisi yang biasanya bermanifestasi pada relasi antara seseorang yang menegaskan kekuasaan atas orang lain dan seseorang yang mempertanyakan harga diri atau nilai dirinya.

"Tapi, tidak ada definisi yang sempurna atau lengkap, karena semua hubungan bersifat subjektif," ucapnya.

Berikut beberapa tanda toxic relationship yang mungkin tidak disadari:

1. Gaslighting

Gaslighting adalah tanda toxic relationship yang sangat umum.

Pada kasus ini, pasangan akan memberi tahu kita tentang perasaan kita atau merendahkan kita ketika kita menceritakan sesuatu pada mereka

Misalnya, melalui komentar seperti "kenapa sih kamu jadi sangat sensitif sekarang."

Baca juga: 7 Tahapan Gaslighting dalam Hubungan Percintaan, Awas Jadi Korban

2. Suka menyalahkan

Pasangan akan menyalahkan kita atas masalah yang sebetulnya dia timbulkan atau menjadikan kita "kambing hitam". Ini adalah salah satu tanda toxic relationship.

Menurut pemilik International Hearts Counseling Services, Lori Nixon Bethea, PhD, hal itu terjadi ketika pasangan akan mengalihkan masalahnya kepada kita sehingga kita merasa bersalah dan malu, padahal bukan sumber masalahnya.

Baca juga: 10 Tips Menangani Pasangan yang Kekanak-kanakkan

3. Mengisolasi kita dari keluarga, teman, atau rencana lain

Pasangan yang toksik akan mengisolasi kira dari teman, keluarga, atau rencana kita yang lain.

Menurut terapis berlisensi, Oddesty K Langham, hal itu dilakukan untuk mendapatkan kontrol terhadap diri kita atau mendapatkan perasaan bahwa mereka punya kontrol atas diri kita.

Misalnya, kita meminta izin main dengan teman-teman di akhir pekan, tapi pasangan melarang dengan alasan seperti: "Jangan. Aku mau kasih kamu kejutan spesial saat makan malam."

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus sehingga terasa begitu intens, ini termasuk tanda toxic relationship.

Baca juga: 5 Tipe Teman yang Perlu Kamu Jauhi

4. Playing the victim

Pasangan yang manipulatif sering playing the victim atau menempatkan dirinya sebagai korban. Waspadai tanda toxic relationship yang satu ini.

Setiap kali kita mengungkapkan pada pasangan tentang apa yang kita rasakan tentang sesuatu, pasangan akan mencari cara untuk mengesankan bahwa dirinya adalah korban.

"Hampir tidak mungkin menciptakan keseimbangan dalam hubungan bersama seseorang yang hanya peduli dengan perasaan mereka," ucap Langham.

Baca juga: Cara Menghadapi Si Playing Victim

5. Lebih mudah stres dan sakit

Toxic relationship sangat sering menciptakan respons "fight-or-flight", yang pada akhirnya membuat tubuh kita terlalu banyak bekerja sehingga lebih sering mengalami stres, kecemasan, atau lebih mudah sakit.

Baca juga: 12 Cara Menghilangkan Stres, Demi Kesehatan Mental yang Lebih Baik

6. Sering mimpi buruk

Candice McCoy, seorang blogger dengan latar belakang psikologi mengatakan, ketika terlibat dalam toxic relationship, kita mungkin akan lebih sering mengalami mimpi buruk yang melibatkan pasangan kita.

Hal ini bisa jadi karena tubuh kita "menunjukkan" sesuatu yang tidak kita lihat dalam diri kita.

Baca juga: Tidur Lebih Nyenyak dan Bebas Mimpi Buruk di Tengah Pandemi Covid-19

7. Menutupi hal yang terjadi pada teman dan keluarga

Seseorang yang terlibat dalam toxic relationship sering kali menutupinya dari keluarga.

Jika kita menceritakan kisah tentang pasangan kita yang toksik pada orang lain dan dengan sengaja meninggalkan detail tertentu agar pasangan tak terkesan buruk di mata mereka, itu adalah tanda toxic relationship.

"Itu bisa jadi tanda toxic relationship jika kita terlalu malu untuk memberi tahu kepada orang lain tentang apa yang pernah dilakukan atau dikatakan pasangan pada kita," ujar psikiater, Ndidi Onyejiaka, MD.

Baca juga: 5 Aktivitas yang Dapat Memperkuat Ikatan Keluarga

8. Kita beralasan tentang perilaku buruk pasangan

Ketika menjadi korban toxic relationship, kita cenderung selalu mencari alasan tentang perilaku buruk pasangan.

Misalnya, pasangan tidak membalas pesan padahal sangat aktif di media sosial. Kita sering kali menganggap pasangan mungkin sibuk.

Ketika pasangan lupa hari ulang tahun kita, kita menganggap itu dapat dipahami.

Ketika pasangan membentak dan menyebut nama kita, kita sering kali menganggap dia sedang punya masalah di kantor.

Jika hal-hal seperti ini terdengar familiar, maka itu bisa jadi tanda toxic relationship.

Baca juga: 3 Kesalahan Komunikasi yang Bisa Hancurkan Hubungan

9. Mengontrol

Pasangan yang toksik sering kali mengontrol pasangannya. Termasuk hal-hal seperti apa yang harus kita pakai, yang boleh dan tidak boleh diunggah ke media sosial, apa yang boleh kita makan, dan lainnya.

Menurut CEO Skaology, itu adalah tanda toxic relationship.

Baca juga: 7 Tanda Kita Mengendalikan Pasangan dan Cara Menghentikannya

10. Komunikasi permusuhan

Menurut terapis seks dan hubungan dari California Selatan, Kamil Lewis, AMFT, bentuk-bentuk komunikasi permusuhan seperti sering membentak, memanggil nama atau menyebut frasa yang menyakiti hati kita, melempar dan menghancurkan barang, dan menggunakan tubuh kita untuk intimidasi atau paksaan fisik. Ini termasuk tanda toxic relationship.

Tanda komunikasi permusuhan yang lebih halus seperti silent treatment, senang menyalahkan, terus menyela pembicaraan, dan mendengarkan untuk merespons alih-alih mendengarkan untuk memahami pasangan.

Komunikasi permusuhan ini dapat menyebabkan ketegangan dan menciptakan kurangnya rasa percaya yang lebih lanjut di antara pasangan.

Sebaliknya, hubungan yang sehat memiliki komunikasi yang terbuka, selalu mengutamakan untuk mendinginkan suasana sebelum menjadi panas, dan saling menghormati.

"(Komunikasi terbuka) memberikan kesempatan untuk memberikan dan menerima dukungan di antara pasangan," kata psikolog klinis di Lenox Hill Hospital di New York City Sabrina Romanoff, PsyD, seperti dilansir Insider.

Baca juga: Saat Bertengkar dengan Pasangan Hindari Silent Treatment

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.