Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/11/2021, 18:35 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

KOMPAS.com - Ketika bicara mengenai diet, minuman untuk diet sering kali tak banyak dibincangkan seperti makanan.

Padahal, apa yang kita minum juga sangat memengaruhi kesuksesan mencapai target penurunan berat badan.

Sebab, sering kali kita justru minum minuman tinggi kalori. Minuman bubble tea, misalnya, menurut Fat Secret bisa mengandung sekitar 160-400 kalori per porsi.

Memangkas minuman tinggi kalori dan menggantinya dengan minuman untuk diet dapat membantu kita mengurangi asupan kalori dari minuman dan mengalihkannya ke makanan atau minuman yang lebih sehat.

Baca juga: 7 Jenis Makanan Penyebab Perut Buncit, Batasi Konsumsinya

Minuman untuk diet

Berikut beberapa minuman untuk diet yang baik untuk dikonsumsi secara rutin:

1. Air putih

Air putih selalu menjadi pilihan terbaik sebagai minuman untuk diet.PEXELS/MAURICIO MASCARO Air putih selalu menjadi pilihan terbaik sebagai minuman untuk diet.
Air putih selalu menjadi pilihan terbaik sebagai minuman untuk diet.

Menurut dokter pendukung nutrisi bersertifikat, Kristin Gillespie RD kepada Insider, tak hanya nol kalori, air putih juga bisa membuat kita lebih cepat kenyang sehingga dapat mencegah makan berlebih.

Faktanya, sebuah ulasan di 2019 menemukan bahwa meningkatkan asupan air putih berkaitan dengan penurunan berat badan sekitar 5,15 persen.

Misalnya, jika berat badan kita 65 kg, maka itu sama dengan sekitar 3,5 kg.

Kebutuhan air putih setiap orang bisa berbeda. Jika berat badan 65 kg, misalnya, cobalah menargetkan sekitar 2,2 liter air setiap harinya.

Baca juga: 5 Alasan Minum Air Putih Dapat Menurunkan Berat Badan

2. Teh hijau

Teh hijau mengandung katekin dan kafein. Dua komponen ini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, membuat teh hijau baik sebagai minuman untuk diet.FREEPIK Teh hijau mengandung katekin dan kafein. Dua komponen ini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, membuat teh hijau baik sebagai minuman untuk diet.
Teh hijau mengandung katekin dan kafein. Dua komponen ini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, membuat teh hijau baik sebagai minuman untuk diet.

Sejumlah riset juga menemukan kafein yang terkandung di dalam teh hijau dapat membantu membakar lemak dan meningkatkan jumlah kalori yang dibakar pada periode istirahat.

Faktanya, sebuah studi kecil di 2015 meminta subjek yang kelebihan berat badan dan obesitas untuk mengonsumsi campuran teh hijau dengan 150 mg kafein selama tiga bulan. Hasil menunjukkan adanya penurunan lingkar pinggang yang signifikan dibandingkan dengan subjek yang meminum plasebo.

Baca juga: 8 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan, Tak Cuma Turunkan Berat Badan

3. Teh hitam

Seperti teh hijau, teh hitam juga tinggi akan antioksidan, terutama polifenol yang membantu mengurangi risiko obesitas. Untuk itu, teh hitam juga baik sebagai minuman untuk diet.Unsplash/David Mao Seperti teh hijau, teh hitam juga tinggi akan antioksidan, terutama polifenol yang membantu mengurangi risiko obesitas. Untuk itu, teh hitam juga baik sebagai minuman untuk diet.
Seperti teh hijau, teh hitam juga tinggi akan antioksidan, terutama polifenol yang membantu mengurangi risiko obesitas. Untuk itu, teh hitam juga baik sebagai minuman untuk diet.

Sebuah ulasan di 2018, misalnya, menemukan bahwa polifenol dalam teh dapat menurunkan jumlah penyerapan lemak dan gula dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menurunkan asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com