Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Posisi Tidur yang Baik untuk Cegah Nyeri Saat Bangun, Sudah Tahu?

Kompas.com - 05/11/2021, 11:05 WIB
Anya Dellanita,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tidur malam menjadi waktu terbaik bagi tubuh untuk kembali “mengisi daya” agar setiap organ bisa berfungsi dengan baik dan optimal keesokan harinya.

Sayangnya, terkadang kita bangun tanpa perasaan nyaman dan segar. Bahkan ada rasa nyeri di sekujur tubuh, dan muncul jejak lebam di permukaan kulit. 

Edukator tidur klinis Lauri Leadley mengatakan, kita memang bisa mencederai diri sendiri saat tidur.

Cedera yang diderita pun bisa bervariasi, mulai dari bahu kaku, hingga masalah serius, seperti kompresi tulang belakang.

Baca juga: Anak Sering Mendengkur saat Tidur? Hati-hati...

Leadley yang juga Presiden dari Valley Sleep Center -pusat diagnostik tidur yang berbasis di Arizona, mengatakan, cedera yang paling umum dari tidur adalah leher kaku, bahu sakit, atau sakit punggung.

Lalu, ada cedera lain yang jarang terjadi, namun lebih serius, seperti cakram yang menonjol atau tulang rusuk yang bergeser.

Nah, semua cedera itu dikaitkan dengan berbagai posisi tidur seseorang.

Posisi tidur yang dapat menyebabkan cedera

Menurut Leadley, ada beberapa posisi tidur yang dapat menyebabkan cedera.

Misalnya, tidur dengan lengan di atas kepala atau di bahu untuk waktu yang lama. Lalu, tidur dengan bantal yang membuat leher ada di sudut yang aneh, atau tidur dengan kaki ditinggikan.

"Bahkan, tidur sambil duduk dalam posisi tegak dapat menyebabkan cedera kepala dan leher,” ujar dia.

Tak hanya itu, tidur tengkurap dan fetal atau posisi tidur dengan posisi menyamping, kaki menekuk sehingga mendekapi dada -mirip seperti posisi bayi dalam kandungan yang memeluk kakinya- juga bisa membawa masalah.

“Tidur tengkurap dapat membuat punggung dan leher tegang dan dapat menyebabkan lebih banyak gerakan tossing, berputar, dan gelisah di malam hari."

"Posisi fetal juga tidak disarankan, pasalnya, kelengkungan tulang belakang yang ekstrem dapat menyebabkan ketidaknyamanan di leher dan punggung."

"Lalu, meringkuk juga dapat membatasi pernapasan,” kata Leadley.

Baca juga: Manfaat Tiga Posisi Tidur dan Pengaruhnya pada Kesehatan

Tentu saja kita tidak bisa mengendalikan tubuh kita saat tidur guna menghindari cedera.

Jadi, lebih baik hindarilah tidur dengan posisi-posisi seperti di atas, agar tidak bangun dengan rasa nyeri di sekujur tubuh.

Posisi tidur terbaik

Leadley menjelaskan, sebaiknya kita mencoba tidur atau tertidur sambil berbaring telentang.

"Tidurlah dalam posisi lurus dengan lengan di bawah di samping tubuh dan telentang, jika bisa," kata dia.

"Kemungkinan tertariknya otot atau tergesernya tulang rusuk akan jauh lebih kecil jika tubuh tidak meregang."

"Tidur telentang juga membantu meringankan sakit leher, bahu, dan punggung," tambah dia.

Posisi tidur lain yang adalah menyamping. Namun, jangan sampai meringkuk hingga membentuk posisi fetal.

"Posisi ini memungkinkan tulang belakang tetap dalam posisi netral, dan akan membantu mengatasi sakit leher, bahu, dan punggung," tambah Leadley.

Intinya, meski kita tidak selalu dapat mengatur apa yang tubuh lakukan saat tidur, kita dapat mengambil beberapa langkah untuk mencegah cedera.

Baca juga: Posisi Tidur dengan Tangan di Dada Sebabkan Mimpi Buruk?

Misalnya dengan melatih diri untuk tertidur dalam posisi yang lebih optimal.

“Jika kita tidur dengan tangan di atas kepala, coba latih kembali tubuh dengan menyelipkan seprai di sekitar lengan," saran Leadley.

"Pergerakan yang dibatasi saat tidur juga akan mengurangi risiko cedera."

"Jadi, gunakan bantal sebagai sistem pendukung untuk mengangkat lutut atau leher guna meredakan tekanan, dan temukan kasur yang kokoh yang dapat menopang tubuh,” tambah dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com