Kompas.com - 06/11/2021, 11:47 WIB
Ilustrasi anak tantrum. SHUTTERSTOCK/DOUBLE_HIlustrasi anak tantrum.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat anak-anak harus kehilangan ruang bermain dan lebih banyak berdiam diri di rumah.

Demi kesehatan, mereka diharuskan sekolah secara daring dan tidak bisa berjumpa dengan teman-temannya. Orangtua juga tidak bisa sering mengajak anak keluar rumah untuk jalan-jalan atau sekedar refreshing karena kondisi pandemi yang belum benar-benar kondusif.

Hal ini tentunya berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan mental anak. Terlalu banyak berada di rumah, membuat mood anak memburuk dan membuat mereka lebih rewel.

Psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas Mangestuti, M. Psi., Psi, mengatakan anak mengalami situasi yang membosankan karena harus tinggal di rumah dalam waktu yang cukup panjang.

"Pengaruhnya ke sosial-emosional misalnya jadi lebih cranky, tantrum dan lebih sulit diatur dibandingkan sebelumnya," terangnya dalam webinar yang bertajuk Bebas Mainkan Sesukamu, Sabtu (06/11/2021).

Baca juga: Agar Anak Tetap Aktif di Rumah, Coba Lakukan 4 Olahraga Seru Ini

Pentingnya menjaga mood anak selama di rumah

Pritta mengatakan kondisi emosional anak sangat penting untuk tumbuh kembang yang optimal. Selain itu, emosi yang dirasakan oleh anak juga penting sebagai fondasi utama untuk hubungan yang erat dengan keluarganya.

Oleh sebab itu, orangtua harus berusaha menciptakan rumah dan lingkungan yang nyaman bagi anak. Termasuk pula menjaga moodnya tetap baik dengan membangun hubungan yang kuat.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk membangun hubungan kuat dengan anak serta berpengaruh baik pada moodnya.

Baca juga: Tanda Sederhana yang Gambarkan Kecerdasan Anak

Responsif

Pritta mengatakan orangtua perlu menjadi lebih responsif terhadap minat dan kebutuhan anak selama di rumah. Perhatikan perilaku anak lebih jauh untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan guna mendukung kebutuhan buah hati.

"Lihat perilakunya, bukan dari sudut pandang orang dewasa melainkan dari perspektif anak," jelas pakar yang juga founder layanan parenting daring, Good Enough Parents ini.

Stabilitas

Anak membutuhkan stabilitas di dalam rumah untuk menjaga mood dan suasana hatinya tetap baik. Sayangnya, hal ini sulit diwujudkan selama pandemi yang penuh dengan kecemasan dan ketidakpastian yang dialami orangtua.

Pritta menjelaskan, berbagai hal yang tidak terprediksi dan tidak stabil cenderung membuat anak mudah stres. Bukan hanya kondisi ang tidak pasti namun juga aturan, aktivitas dan respon dari orangtua.

Baca juga: Alasan Ilmiah di Balik Kegemaran Anak-anak pada Dinosaurus

Orangtua disarankan untuk memberikan rutinitas yang terprediksi untuk anak supaya bisa menentukan apa yang harus dilakukan dan dirasakannya. Lakukan sesuai urutannya dan jangan mengubahnya begitu saja tanpa penjelasan.

"Misalnya biasa dimandikan mamanya tapi karena harus WFO tiba-tiba mamanya hilang begitu saja, atau ketika diajak main kok orangtuanya tidak seasyik biasanya, itu bisa membingungkan," kata Pritta.

Keterikatan emosi

Keterikatakan emosi juga penting sebagai dasar untuk membangun hubungan dekat dengan anak dan mood yang terkendali. Cara membangun keterikatakan emosi sebenarnya cukup mudah, tambah Pritta.

Orangtua sebaiknya mengikuti ekspresi anak ketika beraktivitas khususnya ketika mengajak bermain.

"Misalnya ketika main role play jadi dinosaurus yang jadi dinosaurus, dengan ekspresi dan suara yang tepat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, pentingnya memastikan wajah dan ekspresi orangtua terlihat jelas oleh anak. Caranya dengan memposisikan wajah dan mata setara dengan anak alias eye level.

Baca juga: 4 Hal yang Dipersiapkan Orangtua Saat Anak Sekolah Tatap Muka

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.