Kompas.com - 10/11/2021, 20:17 WIB

Ada pula orang-orang yang diidentifikasi sebagai gray asexual yang berada di antara aseksualitas dan alloseksualitas (artinya, merasa tertarik secara seksual kepada orang lain). Namun, biasanya hanya mengalami ketertarikan seksual dalam situasi tertentu saja.

Baca juga: Pasangan Suami-Istri yang Intim Secara Seksual Lebih Rukun, Benarkah?

3. Para ace bisa tertarik pada romansa, bisa juga tidak

Beberapa aseksual tetap menikah, sementara yang lain tak ingin memiliki hubungan romantis. Karena itu, biasanya para ace mengidentifikasi diri dengan beberapa istilah lain, yaitu:

  • Heteroromantic, tertarik pada hubungan romantic dengan sesseorang dari gender berbeda
  • Homoromantic, tertarik untuk memilii hubunga romantic dengan orang dari gender yang sama.
  • Biromantic, tertarik untuk menjalani hubungan romantic dengan berbagai gender
  • Panromantic, tertarik untuk memiliki hubungan romantic terlepas dari gender
  • Aromantic, menggambarkan seseorang yang tidak memilii ketertarikan romantic pada seseorang.
  • Ada juga yang berada di “tengah-tengah” memiliki perasaan romantic dan tidak. Biasanya mereka mengidentifikasi diri sebagai grayromantic.

Baca juga: Waspadai, 4 Jenis Disfungsi Seksual pada Wanita

4. Aseksualitas bukan disebabkan oleh trauma

Beberapa ace mungkin mengalami trauma seksual, namun, menjadi aseksual tidak hanya disebabkan karena hal itu.

5. Aseksualitas bukanlah orientasi baru

Meski tak dapat dipastikan kapan lahirnya aksesualitas, rupanya orientasi seksual ini bukanlah hal baru.

Menurut Asexual Erotics, sebuah buku yang ditulis pakar studi perempuan dan gender, Ela Przybylo, pada awal tahun 1800-an, ada peneliti yang menulis tentang kurangnya hasrat seksual, atau aseksualitas, meski menggunakan nama lain, seperti anestesi seksual.

Lalu pada 1972, feminis Lisa Orlando menulis “The Asexual Manifesto,” sebuah dokumen yang menguraikan aseksualitas dalam istilah yang kita gunakan kini, serta menjelaskan bagaimana perbedaannya dengan selibat.

Asumsi aseksualitas adalah orientasi baru ini dapat mengasingkan orangtua yang ace dan menempatkan fokus hanya pada generasi muda, melanggengkan mitos bahwa ace hanyalah orang yang belum dewasa atau masih belum menemukan jalan menuju seksualitas.

Baca juga: Ketahui Tanda-tanda Kecanduan Seks dan Cara Mengatasinya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.