Kompas.com - 11/11/2021, 09:48 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Rapper Kanye West tengah dilanda kasus. Belum lama ini perusahaan pakaian dan sepatu Yeezy miliknya ditetapkan sebagai terdakwa dalam gugatan perlindungan konsumen.

Gugatan itu menyangkut keterlambatan pengiriman untuk produk Yeezy yang dipesan online, dan tercantum dalam laporan yang diajukan pada 22 Oktober.

Yeezy akhirnya setuju membayar denda sebesar 950.000 dollar AS atau sekitar Rp 13,5 miliar untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Laporan gugatan perdata itu menyebutkan, Jaksa Wilayah Los Angeles County George Gascon dan sejumlah jaksa lainnya menuding merek Yeezy melanggar praktik bisnis di negara bagian California.

Praktik bisnis di negara bagian tersebut menetapkan agar produk yang dipesan secara online harus dikirim dalam waktu 30 hari, atau perusahaan harus menjelaskan penundaan pengiriman barang secara tertulis.

Perusahaan juga wajib mengembalikan uang konsumen atau menawarkan produk pengganti dengan kualitas yang sama apabila barang tidak dikirim dalam waktu 30 hari.

Dalam laporan gugatan itu pun tertuang bahwa Yeezy gagal memberitahukan penundaan secara memadai dan menyesatkan konsumen terkait waktu pengiriman.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles County Randolph M. Hammock menandatangani putusan kasus pada 3 November lalu.

West diwajibkan membayar denda 200.000 dollar AS untuk masing-masing dari empat kantor kejaksaan yang terlibat dalam gugatan.

Kemudian, West juga harus membayar ganti rugi sebesar 50.000 dollar AS ke Consumer Protection Prosecution Trust Fund, dan biaya investigasi empat kantor kejaksaan masing-masing 25.000 dollar AS.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.