Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memahami Restless Sleep Disorder pada Anak dan Gejalanya

Kompas.com - 16/11/2021, 13:36 WIB
Anya Dellanita,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Moms

Misalnya, ketidakmampuan untuk tetap tidur sepanjang malam meskipun mereka lelah. Atau, merasa hanya setengah tertidur setiap saat, serta ketidakmampuan untuk merasa nyaman di tempat tidur.

Baca juga: 6 Tanda Gangguan Tidur, Apakah Kamu Mengalaminya?

Namun, saat mencari tanda-tanda restless sleep disorder pada anak-anak, orangtua juga harus memerhatikan bahwa ketidakmampuan anak untuk tertidur mungkin disebabkan oleh gangguan tidur lainnya.

Faktanya, Healthline mengklaim, cukup banyak anak menderita sindrom kaki gelisah, sleep apnea, atau bahkan teror malam.

Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami insomnia atau gangguan tidur terkait kecemasan.

Karena itu, orangtua harus mencari pola yang konsisten dalam masalah tidur anak dan mencatat dengan segala tanda-tandanya sebelum menyimpulkan anak mereka mengalami restless sleep disorder.

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Ketika anak tidak cukup tidur, biasanya anak tampak rewel, tidak sabar, serta kesulitan untuk fokus dan konsentrasi selama hari sekolah.

Lalu, mungkin saja kita akan menemukan anak ada di lantai pada malam hari atau terbangun dengan kantung di bawah matanya, meskipun kita berusaha membuat rutinitas tidur yang baik.

Seiring waktu, ini dapat memengaruhi kesehatan anak, karena itu, penting untuk melakukan intervensi sesegera mungkin.

Lalu, jika kita berpikir bahwa anak mungkin mengalami restless sleep disorder atau masalah lain yang berhubungan dengan tidur, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak.

Dokter dapat membantu kita menentukan apa yang normal atau tidak dari pola tidur malam anak, kemudian membuat rekomendasi yang sesuai jika diperlukan.

Selain itu, karena mayoritas dokter meyakini restless sleep disorder biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, orangtua juga dapat mencoba memasukkan lebih banyak makanan kaya zat besi ke dalam makanan.

Makanan seperti bayam dan sereal tertentu dapat berguna membantu meningkatkan kadar zat besi anak, dan melihat apakah itu membantu menanganinya atau tidak.

Tentu saja, para dokter di Stanford Healthcare juga menyarankan agar orangtua mencari kemungkinan penyebab lain, dan mengeksplorasi semua opsi sebelum berasumsi tentang restless sleep disorder.

Baca juga: Si Kecil Susah Tidur? Kenali 3 Jenis Gangguan Tidur pada Anak

Jadi, mungkin orangtua perlu mengevaluasi kembali rutinitas waktu tidur anak, menetapkan jadwal tidur dan bangun yang tegas.

Orangtua juga perlu berkonsultasi dengan psikolog anak untuk mengevaluasi apakah ada kondisi kesehatan mental yang memicu masalah tidur, seperti gangguan kecemasan.

Intinya, dengan mempelajari pola tidur, berkonsultasi dengan dokter keluarga, dan mencari kemungkinan pilihan pengobatan, orangtua dapat membantu anak mengatasi masalah tidur anak, dan membuat dia mendapatkan tidur berkualitas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com